Berkendara di jalan raya tidak cukup hanya dengan memahami cara mengoperasikan kendaraan. Pengemudi juga perlu mampu membaca situasi di sekitar untuk mengenali potensi bahaya sebelum terjadi. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam penerapan defensive driving, terutama bagi pengemudi pemula yang masih perlu membangun kemampuan membaca kondisi lalu lintas. Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan, mengatakan, defensive driving merupakan kompetensi pengemudi untuk mengenali berbagai potensi bahaya di jalan dan mengambil tindakan yang tepat untuk menghindarinya. "Defensive driving adalah kompetensi pengemudi untuk dapat senantiasa mengidentifikasi, mengantisipasi dan menghindari setiap potensi bahaya yang ada, atau melakukan hazard perception," kata Marcell kepada Kompas.com, Rabu (7/10/2026). Ilustrasi berkendara saat Test Drive Chery C5 CSH Menurutnya, kemampuan tersebut penting karena dapat membantu meminimalisir risiko kecelakaan. Pengemudi dituntut untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi di sekitarnya sehingga dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat ketika menemukan potensi bahaya. Untuk membantu pengemudi mengenali potensi bahaya tersebut, terdapat sejumlah metode yang dapat diterapkan saat berkendara. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, defensive driving merupakan dasar dari etika berkendara sehingga kemampuan mengemudi tidak hanya sebatas bisa mengoperasikan kendaraan. Sony juga mengatakan, terdapat sejumlah metode yang dapat digunakan pengemudi untuk membantu membaca potensi bahaya, termasuk yang berasal dari kendaraan lain. Beberapa metode tersebut antara lain Search, Identify, Predict, Decide, Execute (SIPDE), Search, Evaluate, Execute (SEE), dan Hazard Identification, Risk Assessment, Determining Control (HIRADC). Ketiga metode tersebut memiliki pendekatan yang berbeda, tetapi pada dasarnya membantu pengemudi untuk lebih sistematis dalam mengenali dan menghadapi potensi bahaya di jalan. “Jadi secara garis besar, cara melihat potensi bahaya itu melalui proses. Dari proses melihat obyek, memperkirakan kemungkinan bahaya, mempersiapkan langkah antisipasi, sampai dengan bereaksi,” kata Sony. Kemampuan tersebut dapat diterapkan dalam berbagai situasi, misalnya ketika melihat kendaraan di depan yang bergerak tidak stabil, kendaraan yang hendak berpindah lajur, maupun pengguna jalan lain yang berpotensi masuk ke jalur kendaraan. Pengemudi tidak hanya perlu melihat apa yang sedang terjadi, tetapi juga memperkirakan apa yang mungkin dilakukan oleh kendaraan atau pengguna jalan tersebut.