Kecelakaan beruntun melibatkan 15 kendaraan terjadi di Tol Cipularang Kilometer 91+900 B arah Jakarta, terjadi pada Rabu (7/10/2026). Kecelakaan tersebut melibatkan 15 kendaraan. Sopir truk, Agung (31), mengatakan kecelakaan bermula ketika rem kendaraan yang dikemudikannya tidak berfungsi saat arus lalu lintas sedang padat dan kendaraan di depannya melambat karena terdapat pekerjaan perbaikan jalan. "Pas awal berangkat dari Bandung itu mobil baik-baik saja, tapi pas di lokasi kejadian kebetulan remnya lumayan mendadak juga. Saya rem, saya kocok-kocok, enggak ada," kata Agung, mengutip , Kamis (8/10/2026). Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa sistem pengereman, khususnya pada kendaraan berat seperti truk, harus dipastikan dalam kondisi baik sebelum kendaraan digunakan. Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, rem blong dapat terjadi karena berbagai faktor, salah satunya panas berlebih pada sistem pengereman. "Rem blong itu kan karena panas berlebih. Panas yang berlebih ini bisa karena perilaku pengemudi. Atau disebabkan dari inspeksi pra perjalanan yang tidak dilakukan dengan baik dari si pengemudi," kata Jusri. Bagian depan truk kontener ringsek setelah menabrakn truk kontener pengangkut air minum kemasan di Jalan Nasional Surabaya – Ngawi KM 152-153 Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Rabu (9/8/2017). Jangan Abaikan Pemeriksaan Rem Sebelum Berangkat Salah satu langkah penting untuk mencegah rem bermasalah di perjalanan adalah melakukan pemeriksaan sebelum kendaraan digunakan. Pada kendaraan berat, pemeriksaan tidak cukup hanya dengan memastikan pedal rem masih terasa normal. Pengemudi perlu mengetahui kondisi komponen dan sistem yang bekerja untuk menghasilkan tekanan pengereman. Jusri mengatakan, pemeriksaan sistem rem harus dilakukan setiap pagi sebelum kendaraan memulai perjalanan. "Misalnya dia tidak mengecek kondisi rem di truk pada pagi hari, anginnya tidak dibuang, intinya komponen-komponen rem itu harus diperiksa setiap pagi sebelum perjalanan," ujar dia. Pemeriksaan tersebut dikenal dengan istilah brake check. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sistem pengereman bekerja sebagaimana mestinya sekaligus menemukan potensi masalah sebelum kendaraan masuk ke jalan raya. Apa Saja yang Harus Dicek? Beberapa bagian yang perlu diperiksa antara lain pedal rem, sistem vakum, booster rem, level minyak rem, hingga kondisi komponen pengereman seperti tromol dan kampas rem. Pada kendaraan yang menggunakan sistem rem udara, tekanan angin juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan. Secara sederhana, pengemudi perlu memastikan tidak ada indikasi kebocoran, tekanan sistem berada pada kondisi yang sesuai, pedal atau kontrol rem bekerja normal, serta komponen pengereman masih memiliki kondisi dan ketebalan yang layak. Minyak rem juga tidak boleh diabaikan pada kendaraan yang menggunakannya. Level yang berkurang bisa menjadi indikasi adanya masalah pada sistem, termasuk kemungkinan kebocoran. Begitu pula dengan kampas rem. Kampas yang sudah menipis dapat mengurangi kemampuan pengereman dan meningkatkan risiko panas berlebih ketika kendaraan harus mengerem berulang kali. Ilustrasi jalan menurun di jalan tol. Jangan Hanya Mengandalkan Rem Saat Turunan Selain kondisi komponen, cara mengemudi juga berpengaruh terhadap temperatur sistem pengereman. Pada kendaraan berat, penggunaan rem secara terus-menerus, terutama ketika melewati jalan menurun panjang, dapat meningkatkan temperatur komponen rem. Ketika panas berlebihan terjadi, kemampuan pengereman dapat menurun. Karena itu, pengemudi kendaraan berat perlu menggunakan teknik pengereman yang tepat dan memanfaatkan engine brake atau retarder jika kendaraan dilengkapi fitur tersebut. Dengan begitu, beban kerja rem utama dapat dikurangi dan temperatur sistem pengereman lebih terjaga. Pengemudi juga perlu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Jarak yang cukup memberikan ruang lebih besar untuk mengurangi kecepatan secara bertahap, terutama ketika menghadapi lalu lintas padat atau perubahan kondisi jalan. Brake Check Harus Dilakukan dengan Benar Jusri menegaskan, pemeriksaan rem sebelum perjalanan bukan sekadar formalitas. Pengemudi harus memahami bagaimana cara melakukan pemeriksaan tersebut dengan benar. "Brake check sebelum perjalanan itu harus dilakukan, dan bagaimana harus melakukannya? Dia harus tahu, dia harus ikut training dulu. Kalau di luar negeri, itu bahkan ada checklist yang harus dikirim kepada Kementerian Perhubungan di sana,” ucap Jusri. Menurut dia, pengetahuan tersebut penting terutama bagi pengemudi kendaraan berat karena karakteristik sistem pengeremannya berbeda dengan mobil penumpang. Karena itu, pengemudi sebaiknya mendapatkan pelatihan yang sesuai sehingga memahami fungsi setiap komponen, tanda-tanda awal kerusakan, serta prosedur pemeriksaan sebelum kendaraan beroperasi. Pada akhirnya, mencegah rem blong bukan hanya soal memperbaiki kendaraan setelah terjadi masalah. Pemeriksaan rutin, brake check sebelum perjalanan, teknik mengemudi yang tepat, serta perawatan sistem pengereman menjadi bagian penting untuk memastikan kendaraan tetap aman dikendalikan.