Kecelakaan beruntun yang melibatkan 14 kendaraan terjadi di KM 91+900 B Ruas Tol Cipularang arah Jakarta, Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Kecelakaan tersebut diduga bermula dari sebuah truk yang mengalami masalah pengereman saat melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Insiden ini menjadi pengingat bagi pengemudi untuk mengetahui fasilitas keselamatan yang tersedia di jalan tol, termasuk jalur penyelamat yang dapat dimanfaatkan ketika kendaraan mengalami rem blong. "Sebagai antisipasi atas kontur jalan yang menurun dan kerap terjadinya masalah rem pada kendaraan besar di sekitar lokasi, Jasa Marga telah menyediakan Jalur Penyelamat Darurat di KM 116+800, KM 92+600 dan KM 91+400 Ruas Tol Cipularang arah Jakarta," tulis keterangan Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional, Rabu (8/10/2026). Jalur penyelamat merupakan fasilitas darurat yang dirancang untuk membantu menghentikan kendaraan yang mengalami kegagalan pengereman, terutama pada ruas tol dengan kontur jalan menurun. Daftar Lokasi Jalur Penyelamat di Tol Berikut daftar lokasi jalur penyelamat yang bisa dimanfaatkan pengemudi saat mengalami rem blong: Tol Cipularang Untuk pengemudi yang melintas di Tol Cipularang arah Jakarta, terdapat tiga jalur penyelamat, yakni: KM 116+800 KM 92+600 KM 91+400 Ketiga lokasi tersebut berada di Jalur B. Tol Semarang-Solo Di Tol Semarang-Solo, jalur penyelamat tersedia di beberapa titik, yaitu: KM 464, Jalur A KM 481, Jalur A KM 454, Jalur B KM 450, Jalur B KM 438, Jalur B KM 431, Jalur B KM 426, Jalur B KM 423, Jalur B Jalur Darurat atau Jalur Penyelamat di Tol Trans Jawa Tol Semarang ABC Sementara di Tol Semarang ABC, jalur penyelamat tersedia di: KM 425, Jalur B KM 430, Jalur B KM 431, Jalur A Tol Cisumdawu Pengemudi yang melintas di Tol Cisumdawu juga dapat menemukan sejumlah jalur penyelamat di beberapa titik berikut: KM 158, Jalur B KM 177, Jalur A KM 180, Jalur A KM 184, Jalur B KM 188, Jalur A KM 191, Jalur A KM 193, Jalur A KM 196, Jalur A KM 200, Jalur A KM 202, Jalur A Tol Pandaan-Malang Jalur penyelamat di Tol Pandaan-Malang tersedia di: KM 78, Jalur B Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Sementara di Tol Bakauheni-Terbanggi Besar atau Bakter, jalur penyelamat tersedia di: KM 1, Jalur B KM 0, Jalur B Ilustrasi rambu menjelang jalur penyelamat darurat di jalan tol. Jangan Panik Saat Rem Blong Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, pengemudi harus tetap tenang ketika kendaraan mengalami rem blong. "Jangan panik dan tetap kemudikan mobil dalam kondisi normal, pastikan kendaraan pada posisi kiri jalan dan bantu rendamkan kecepatan dengan engine brake," kata Jusri kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu. Menurut Jusri, pengemudi juga perlu memanfaatkan jalur penyelamat apabila tersedia di depan. Ketika kendaraan mulai masuk ke jalur penyelamat, pengemudi tidak perlu melakukan banyak manuver. Kendaraan cukup dibiarkan masuk dan berhenti dengan sendirinya. Jalur penyelamat yang sesuai standar menggunakan material seperti batu-batu kecil atau gravel dan pasir. Material tersebut berfungsi meningkatkan hambatan terhadap roda sehingga laju kendaraan dapat diredam dan kendaraan berhenti. Karena itu, pengemudi yang melintasi jalan tol, khususnya ruas dengan turunan panjang, sebaiknya mengenali keberadaan jalur penyelamat. Fasilitas tersebut memang disiapkan untuk kondisi darurat, sehingga ketika rem kendaraan gagal bekerja, pengemudi memiliki pilihan untuk mengurangi risiko kecelakaan yang lebih parah.