Daya jelajah menjadi salah satu tantangan yang sering diperhatikan pengguna mobil listrik saat melakukan perjalanan jauh, termasuk ketika mudik Lebaran 2026. Oleh karena itu, pengemudi perlu menerapkan cara berkendara yang tepat supaya konsumsi energi tetap efisien dan jarak tempuh kendaraan bisa lebih optimal. Head of Product Jaecoo Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto, mengatakan efisiensi energi sangat dipengaruhi oleh gaya berkendara pengemudi. Salah satu cara paling efektif adalah menjaga kecepatan tetap stabil. Jaecoo J5 EV “Cara mengoptimalkan jarak tempuh mobil listrik adalah dengan berkendara pada kecepatan konstan. Hindari akselerasi mendadak dan pengereman yang terlalu sering,” ujar Ryan di Jakarta, Minggu (8/3/2026). Ia menjelaskan, untuk perjalanan di jalan tol, pengemudi dapat menjaga kecepatan rata-rata di kisaran 80 hingga 90 kilometer per jam agar konsumsi energi lebih efisien. Selain teknik berkendara, pengemudi juga dapat memanfaatkan fitur bantuan berkendara seperti Adaptive Cruise Control. Fitur ini membantu kendaraan mempertahankan kecepatan tetap stabil sekaligus menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Menurut Ryan, penggunaan fitur tersebut tidak hanya membantu menjaga efisiensi energi, tetapi juga dapat mengurangi kelelahan pengemudi saat menempuh perjalanan jarak jauh. Test drive mobil listrik Jaecoo J5 EV di GIIAS 2025 Pengemudi juga perlu memperhatikan beberapa faktor teknis yang memengaruhi konsumsi energi kendaraan, seperti tekanan ban serta pengaturan suhu pendingin kabin. “Pengemudi juga perlu memperhatikan tekanan ban dan pengaturan suhu AC di kendaraan. Tidak perlu khawatir mengenai perbedaan mobil bensin dengan mobil listrik," kata Ryan. "Pada mobil bensin, mesin menghasilkan panas sehingga membuat kerja AC jadi lebih berat. Sementara pada mobil listrik tidak ada panas dari mesin seperti itu, sehingga penggunaan AC bisa disesuaikan dengan kebutuhan saat berkendara,” tambahnya. Selain itu, mobil listrik umumnya juga dilengkapi fitur Regenerative Braking yang dapat membantu meningkatkan efisiensi energi. Teknologi ini memungkinkan energi yang muncul saat kendaraan melambat diubah kembali menjadi listrik untuk membantu mengisi baterai. Jaecoo J5 EV Ryan menjelaskan, pengaturan regenerative braking dapat disesuaikan dengan kondisi perjalanan agar penggunaannya lebih optimal. “Untuk J5 ada pengaturan regenerative braking yaitu low, mid, dan high. Saat jalanan panjang atau perjalanan jauh bisa memilih mid atau high. Tetapi saat berkendara konstan di jalan tol atau tanjakan, sebaiknya menggunakan pengaturan low untuk mengurangi beban dari motor listrik,” ujar Ryan. Dengan menjaga kecepatan kendaraan tetap stabil, memanfaatkan fitur bantuan berkendara, serta mengatur fitur kendaraan secara tepat, pengguna mobil listrik dapat menjaga konsumsi energi tetap efisien KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang