— Motor listrik kini semakin mudah ditemui di jalan. Berbeda dengan motor bensin, kendaraan ini bisa melaju tanpa proses pembakaran, busi, maupun oli mesin. Lantas, bagaimana listrik dari baterai bisa membuat roda berputar? Hendro Sutono, Pegiat kendaraan listrik, Admin KOSMIK Indonesia, menjelaskan, jawabannya ada pada tiga komponen utama, yaitu baterai, controller, dan motor penggerak. Ketiganya bekerja bersama untuk mengubah energi listrik menjadi tenaga gerak. Baterai Pada motor bensin, tangki menyimpan bahan bakar. Sementara pada motor listrik, baterai menjadi sumber energi utama. Baterai menyimpan energi yang kemudian dialirkan untuk menggerakkan motor listrik. Motor listrik modern umumnya menggunakan baterai berbasis litium karena mampu menyimpan energi dalam ukuran yang relatif ringkas. Baterai motor listrik Gesits Raya G, yang jadi salah satu contoh baterai litium. Namun, baterai tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan energi. "Di dalamnya tertanam sebuah sistem pemantau pintar yang bertugas menjaga kesehatan setiap sel baterai, mengatur suhu agar tidak terlampau panas, serta mencegah terjadinya pengisian daya berlebih," kata Hendro dalam paparannya, Rabu (16/9/2026). "Sistem pengawas pintar ini memastikan energi selalu dialirkan secara stabil dan aman dalam segala kondisi. Sistem tersebut dikenal sebagai battery management system (BMS). Perangkat ini memantau kondisi baterai dan membantu menjaga pengoperasiannya tetap aman. Kontroler Energi dari baterai tidak langsung dialirkan ke motor penggerak. Ada controller yang bertugas mengatur besarnya arus listrik sesuai kebutuhan. Kabel terminal di kontroler motor listrik "Di sinilah komponen kedua berperan, yaitu pengontrol daya atau yang lazim disebut kontroler," katanya. Cara paling mudah memahami fungsi kontroler adalah seperti dimmer pada lampu. Saat dimmer digeser sedikit, lampu menyala redup. Ketika digeser lebih jauh, lampu menjadi semakin terang. "Jika sakelar dimmer digeser sedikit, lampu akan menyala redup karena arus listrik yang dialirkan ditahan agar kecil," ujarnya. "Semakin jauh sakelar digeser, keran arus semakin terbuka lebar, dan lampu pun menyala terang benderang," kata Hendro. Pada motor listrik, prinsipnya hampir sama. Saat pengendara memutar selongsong gas sedikit, controller mengatur agar arus yang dikirim ke motor tidak terlalu besar.