Kondisi tangki bahan bakar yang kosong sering kali dianggap tidak menjadi masalah selama mobil masih dapat digunakan kembali setelah diisi BBM. Namun, membiarkan tangki dalam kondisi kosong ternyata dapat berdampak pada komponen sistem bahan bakar, terutama fuel pump. Komponen ini memiliki peran penting dalam menyalurkan BBM dari tangki menuju mesin. Kamal, pemilik Bengkel Kafka, mengatakan, tangki yang kosong dapat membuat komponen di dalam fuel pump berisiko mengalami karat, terutama ketika kendaraan tidak digunakan. “Kalau tangki kosong, kendaraan tidak dipakai, fuel pump bisa macet karena dinamo dan gigi di dalam pompa bisa berkarat,” ucap Kamal kepada Kompas.com, Minggu (13/9/2026). Indikator bensin. Bahan bakar tidak boleh sisa sedikit karena bisa merusak kendaraan. Sebelumnya, Kamal mengatakan, kerusakan pada fuel pump juga dapat dipicu oleh kotoran yang muncul akibat kondensasi di dalam tangki bahan bakar. Menurut dia, tangki yang tidak terisi penuh menyisakan ruang yang memungkinkan terjadinya penguapan. Kondensasi dari uap tersebut kemudian dapat menghasilkan air yang berpotensi mengganggu aliran bahan bakar dan menyumbat fuel pump. Keberadaan air di dalam tangki juga dapat mempercepat proses korosi pada komponen berbahan besi, termasuk pada kendaraan yang masih menggunakan material tersebut di bagian sistem bahan bakarnya. "Kalau terasa lebih boros, biasanya karena pompa bensin bekerja ekstra (kurang BBM), jadi panas, lalu sedotnya kurang tekanannya. Saat tekanan kurang, konsumsi bahan bakar terasa lebih boros," kata Kamal. Kamal menyarankan pemilik mobil tidak membiarkan volume BBM terlalu sedikit, terutama jika kendaraan akan disimpan dalam jangka waktu tertentu. “Kalau mobil mau ditaruh dalam jangka waktu lama, lebih baik BBM dalam kondisi setengah tangki biar fuel pump-nya aman,” kata Kamal. Jadi, menjaga volume BBM agar tidak terlalu sedikit menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk membantu menjaga kondisi fuel pump. Pemilik kendaraan juga sebaiknya tidak membiarkan tangki kosong dalam waktu lama agar risiko korosi dan gangguan pada sistem bahan bakar dapat diminimalkan.