— Kebiasaan membiarkan tangki bahan bakar kendaraan dalam kondisi kosong sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama. Selain berisiko membuat pengendara kehabisan BBM di perjalanan, tangki yang kosong juga memungkinkan terjadinya pengembunan di bagian dalam tangki. Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, menjelaskan bahwa kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kelembapan udara yang tinggi di Indonesia. “Kalau dibiarkan kosong, biasanya dia mengembun, Bang. Jadi, di sisi-sisi tangki akan terjadi pengembunan," katanya kepada Kompas.com, Selasa (15/9/2026). “Nanti air dari embun itu akan menetes ke dalam. Jadi, akan ada banyak kandungan air di dalam tangki bahan bakar yang kemudian tersedot oleh pompa bensin atau pompa solar," ujarnya. Ilustrasi tangki bensin karatan dari kolong mobil Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, air hasil pengembunan dapat masuk dan bercampur dengan bahan bakar. Air tersebut kemudian berpotensi ikut tersedot menuju sistem bahan bakar ketika mesin dinyalakan. “Itu nanti yang membuat mesinnya batuk-batuk. Enggak rusak sih, cuma ya batuk-batuk saja," katanya. “Kalau menjaga tangki kendaraan secara aman, ya diisi penuh. Jangan dibiarkan kosong, karena Indonesia kelembapannya tinggi. Jadi, ketika dibiarkan kosong, tangki akan berembun,” ujarnya. Mesin mobil Toyota GR Corolla di IIMS 2026 Ganggu Pembakaran Secara sederhana, mesin membutuhkan campuran bahan bakar dan udara dalam kondisi yang sesuai agar proses pembakaran berlangsung dengan baik. Ketika terdapat air dalam tangki, cairan tersebut bisa ikut terbawa ke sistem bahan bakar. Air tentu memiliki karakter berbeda dari bensin maupun solar sehingga dapat mengganggu proses pembakaran. Gejalanya bisa dirasakan dari kerja mesin yang tidak lagi halus. Salah satunya mesin terasa seperti tersendat atau “batuk-batuk”, terutama ketika kandungan air yang masuk ke sistem bahan bakar cukup banyak. Pada kendaraan bensin, air juga dapat mengganggu pasokan bahan bakar menuju injektor. Sementara pada mesin diesel, keberadaan air dalam sistem bahan bakar juga perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi komponen sistem injeksi. Ilustrasi indikator bensin mendekati garis merah. Meski begitu, bukan berarti setiap kendaraan yang tangkinya kosong pasti akan mengalami masalah tersebut. Pengembunan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, suhu, kelembapan, serta lamanya kendaraan berada dalam kondisi tangki kosong. Tangki Jangan Kosong Menjaga tangki bahan bakar tidak berarti pengendara harus selalu mengisinya sampai penuh setiap kali menggunakannya. Namun, menurut Lung Lung, sebaiknya kendaraan tidak dibiasakan digunakan sampai tangki benar-benar kosong, terutama jika kendaraan akan disimpan dalam waktu lama. Menjaga volume BBM tetap tersedia juga membuat pengendara memiliki cadangan bahan bakar ketika terjadi kondisi tidak terduga, seperti kemacetan panjang atau sulit menemukan SPBU.