Baterai merupakan komponen utama pada mobil listrik yang menentukan performa sekaligus jarak tempuh kendaraan. Karena itu, kondisi baterai perlu dijaga agar tetap berada pada level pengisian yang aman. Salah satu kondisi yang perlu dihindari adalah membiarkan baterai mobil listrik terlalu lama dalam keadaan kosong atau hampir habis. Vice Country Director Chery Business Unit PT Chery Sales Indonesia, Budi Darmawan Jantania, mengatakan kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko pada sistem baterai bertegangan tinggi. “Apabila baterai mobil listrik dibiarkan terlalu lama dalam kondisi kosong, terdapat risiko terjadinya over-discharge. Kondisi ini dapat memicu ketidakseimbangan antar sel di dalam battery high voltage,” ujar Budi, kepada Kompas.com, Rabu (4/3/2026). Menurut Budi, ketidakseimbangan antar sel tersebut berpotensi menurunkan performa baterai dan mempercepat proses degradasi. Dalam skenario terburuk, kerusakan pada sistem baterai bertegangan tinggi juga bisa terjadi sehingga memerlukan perbaikan intensif, bahkan hingga penggantian unit baterai. “Karena itu, menjaga level State of Charge (SOC) tetap pada batas aman sangat penting untuk mempertahankan kesehatan dan umur pakai baterai kendaraan listrik,” kata Budi. Baterai mobil listrik Xpeng X9 Hal senada disampaikan Service Manager Hyundai Kalijaga Cirebon, Arif Nugroho. Ia menjelaskan, jika baterai mobil listrik dibiarkan kosong terlalu lama, maka kondisi tersebut dapat menyebabkan deep discharge. “Jika terjadi deep discharge, Battery Management System (BMS) bisa mengunci sistem sebagai bentuk proteksi,” kata Arif. Dalam kondisi yang lebih ekstrem, deep discharge juga berpotensi memicu degradasi permanen pada sel lithium-ion di dalam baterai. Jika hal tersebut terjadi, maka kendaraan biasanya memerlukan prosedur pemulihan khusus yang harus dilakukan di bengkel resmi. Karena itu, Arif menyarankan pemilik mobil listrik untuk menjaga level pengisian baterai agar tidak terlalu rendah. “Karena itu sangat penting menjaga SOC minimal di atas 20 persen untuk penggunaan normal,” ujarnya. Dengan menjaga level baterai tetap berada pada batas aman, performa dan umur pakai baterai mobil listrik dapat dipertahankan lebih optimal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang