Baterai menjadi salah satu komponen penting pada mobil hybrid karena berperan dalam mendukung sistem penggerak kendaraan. Seiring usia dan pemakaian, kemampuan baterai dapat mengalami penurunan. Kondisi baterai mobil hybrid yang mulai melemah biasanya ditandai dengan sejumlah gejala. Pemilik kendaraan dapat mengenalinya dari perubahan pada sistem pengisian dan penggunaan daya baterai. Kondisi Baterai Lung Lung, CEO Dokter Mobil Indonesia, mengatakan beberapa tanda yang bisa diperhatikan untuk mengetahui kondisi baterai mobil hybrid mulai menurun. Ilustrasi servis mobil hybrid di diler resmi Honda "Check engine pasti menyala dan buat yang EV, range pasti menurun. Misal saat baru beli, baterai penuh jaraknya 400 km, dipakai dua tahun sampai tiga tahun, sudah pasti drop (turun)," kata Lung Lung kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Lung Lung, kondisi baterai dapat dipantau melalui sejumlah indikator pada panel instrumen kendaraan. Pada mobil listrik, salah satu tanda yang mudah dikenali adalah jarak tempuh atau range yang semakin berkurang. Sementara pada mobil hybrid, penurunan kondisi baterai dapat terlihat dari proses pengisian dan penggunaan daya yang berlangsung tidak normal. Mirip Ponsel "Sama juga di hybrid, ketika dipakai, dia charging dan discharging terlalu cepat. Mengecasnya cepat banget, tiba-tiba habis. Sama seperti baterai ponsel persis (kalau rusak)," ucapnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem manajemen baterai tidak lagi bekerja seoptimal ketika kendaraan masih baru. Jika dibiarkan, penurunan kesehatan baterai dapat berdampak terhadap performa mobil hybrid. Lung Lung menjelaskan, terdapat dua pilihan yang dapat dilakukan ketika baterai mobil hybrid mulai mengalami penurunan performa. Pilihan pertama adalah mengganti sel baterai yang mengalami kerusakan menggunakan sel refurbished. Setelah penggantian, baterai kemudian dikalibrasi ulang sehingga dapat kembali digunakan dengan performa yang mendekati kondisi normal.