Wuling Motors menyatakan kesanggupannya untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial di Tanah Air. Pasalnya, pihaknya memiliki dua produk unggulan baik dengan mesin konvensional dan mobil listrik. Melalui Formo Max dan Mitra EV, Wuling Motors percaya industri otomotif Indonesia memiliki kapasitas untuk memenuhi permintaan kendaraan komersial ringan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang positif. Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors mengatakan industri otomotif di Indonesia mampu untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial dan tentunya memberikan multiplier effect yang positif. “Hal tersebut karena saat ini sudah terdapat beberapa pabrikan otomotif di dalam negeri yang juga meniagakan segmen komersial ringan, memiliki rantai pemasok dan jaringan pelayanan serta didukung tenaga kerja lokal yang kompeten.” ucap Ricky belum lama ini di Jakarta. Formo Max merupakan kendaraan komersial ringan (LCV) dengan bak terbuka yang dirancang untuk mendukung produktivitas usaha dengan keunggulan kabin luas, dan mesin bertenaga. Mobil ini dibekali mesin bensin 1.500 cc dengan tenaga maksimal mencapai 98 Tk dan torsi 140 Nm. Bak muatan besar dengan dimensi panjang 2.695 mm dan lebar 1.725 mm yang dapat dibuka dari tiga sisi. Wuling Mitra EV di IIMS 2026 Mobil ini menawarkan kenyamanan seperti mobil penumpang yakni dilengkapi air conditioner (AC), electronic power steering (EPS), power window dan keamanan seperti anti-lock brake system (ABS) dan electronic brake distribution (EBD). Formo Max diposisikan sebagai pesaing kendaraan niaga populer seperti pikap kelas ringan di Indonesia, dengan fokus pada kapasitas angkut besar dan biaya operasional terjangkau. Selain fungsi logistik, Formo Max juga sering dijadikan basis modifikasi kendaraan usaha, misalnya menjadi mobile cafe atau kendaraan usaha keliling karena memiliki bak yang luas dan fleksibel. Wuling menyerahkan dua unit Mitra EV kepada Dinkes DKI dan Kitabisa. Kendaraan listrik ini digunakan sebagai ambulans dan mobil layanan jenazah. Sementara Mitra EV merupakan kendaraan listrik komersial yang mendukung efisiensi biaya operasional dan transisi bisnis berkelanjutan. Mobil ini bisa jadi alternatif mobilitas tanpa emisi untuk logistik perkotaan. Mitra EV adalah van niaga listrik modern yang dirancang untuk efisiensi bisnis dengan kapasitas kargo besar hingga 6,5 meter kubik dan daya angkut yang luas. Diluncurkan di Indonesia, kendaraan ini menawarkan jangkauan hingga 400 kilometer dengan pengujian CLTC, pengisian cepat 30-80 persen dalam 30 menit, serta tersedia dalam varian blind van dan minibus. Sebagai tambahan informasi, Mitra EV dibekali motor listrik bertenaga 75 kW dengan torsi sekitar 180 Nm. Didukung dengan baterai besar berkapasitas hingga 56,2 kWh. Mitra EV mulai digunakan oleh perusahaan logistik di Indonesia, misalnya untuk armada distribusi paket atau pengiriman barang. Tujuannya adalah menekan biaya operasional, karena kendaraan listrik memiliki biaya energi dan perawatan lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil. Kedua mobil ini didukung oleh fasilitas manufaktur dalam negeri, ekosistem pemasok, dan tenaga kerja lokal yang kompeten. Selain itu, memiliki jaringan purna jual nasional yang didukung oleh jaringan layanan dan ketersediaan suku cadang di seluruh Indonesia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang