Wuling Darion PHEV Menjawab hal itu, Marketing Operation Director Wuling Motors, Ricky Christian menegaskan bahwa orientasi perusahaan tidak berubah menjadi fokus tunggal pada PHEV. Perusahaan tetap menjalankan strategi multi-powertrain yang terdiri dari mesin pembakaran internal (ICE), hybrid, dan kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV).“Berbicara powertrain, apakah Wuling akan berfokus di PHEV? Tidak. ICE produk kami akan tetap ada, kemudian juga ada hybrid dan BEV,” ujar dia belum lama ini. Menurut dia, pasar Indonesia yang luas dengan tingkat kesiapan berbeda-beda membutuhkan pilihan teknologi yang beragam. Karena itu, perusahaan mengaku masih mempertahankan hybrid konvensional, namun fokus pengembangannya mulai diarahkan ke sistem yang lebih baru.Salah satunya adalah pengembangan PHEV yang dinilai lebih relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini. Teknologi tersebut membawa baterai dengan kapasitas lebih besar sehingga memungkinkan efisiensi energi yang lebih optimal dibanding sistem hybrid sebelumnya. “Untuk hybrid-nya, pengembangan teknologi terbaru adalah PHEV. Itu baterainya lebih besar dan efisiensinya bisa lebih maksimal,” katanya. Darion menjadi model pertama Wuling di Indonesia yang mengadopsi teknologi tersebut. Melalui model ini, perusahaan ingin melihat sejauh mana penerimaan pasar terhadap teknologi PHEV sebagai tahap transisi menuju elektrifikasi yang lebih luas. Respons konsumen, menurut Wuling, akan menjadi penentu langkah pengembangan produk ke depan. “Untuk PHEV ini kami perkenalkan di produk kami Darion. Kami masih monitor bagaimana penerimaannya. Kalau penerimaannya cukup baik, tidak menutup kemungkinan akan terus dikembangkan untuk PHEV,” katanya.Dengan demikian, kehadiran Darion tidak serta-merta menyingkirkan hybrid konvensional. Wuling menempatkan teknologi ini sebagai bagian dari transisi bertahap, di mana PHEV berfungsi sebagai jembatan menuju elektrifikasi penuh, sementara ICE dan hybrid tetap mempertahankan perannya di berbagai segmen pasar.Dia menilai strategi ini diperlukan mengingat kebutuhan konsumen yang beragam. Di sejumlah wilayah, kendaraan ICE masih menjadi pilihan utama, sementara di area perkotaan dengan infrastruktur pendukung yang lebih baik, minat terhadap teknologi elektrifikasi mulai tumbuh. Kondisi ini membuat perusahaan memilih pendekatan bertahap daripada langsung memusatkan fokus pada satu jenis teknologi.“ketiga tipe ini punya pasarnya sendiri-sendiri,” tutur dia.Kombinasi antara ICE, hybrid, PHEV, dan BEV disebut sebagai strategi yang memungkinkan Wuling menjangkau lebih banyak lapisan pasar sekaligus mempersiapkan fondasi untuk ekspansi teknologi elektrifikasi dalam beberapa tahun mendatang.