Transmisi merupakan salah satu komponen krusial pada mobil yang ketika bermasalah kerap memicu kekhawatiran bagi pemilik kendaraan. Tak jarang, begitu muncul gejala kerusakan, pemilik mobil langsung memilih jalan cepat dengan mengganti unit transmisi secara keseluruhan. Namun, langkah tersebut belum tentu tepat. Pada kenyataannya, tidak semua gangguan pada transmisi matik berarti komponen tersebut sudah tak bisa diservis. Menurut Agus, pengelola bengkel Dua Sekawan Sulaeman di Jakarta Barat, kunci utama menilai kelayakan servis transmisi matik ada pada jenis kerusakan yang terjadi. Tidak semua gejala bermasalah berarti komponen inti sudah rusak total. “Kalau masih di bagian mekanis ringan atau tekanan hidroliknya, biasanya masih bisa diservis. Tapi kalau sudah kena cip internalnya, itu sudah tidak bisa, harus ganti,” kata Agus saat ditemui, Jumat (9/1/2026). Agus menjelaskan, gejala awal transmisi matik yang masih layak diperbaiki biasanya ditandai dengan perpindahan gigi yang terasa terlambat, hentakan ringan, atau respon yang mulai melambat. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan oli transmisi yang menurun kualitasnya atau komponen pendukung yang mulai aus. Sebaliknya, transmisi yang sudah tidak layak diservis umumnya menunjukkan tanda lebih berat, seperti mobil tidak mau jalan meski mesin normal, slip parah, atau indikator transmisi menyala terus-menerus. Pada kondisi ini, kerusakan sering kali menyentuh bagian elektronik atau modul utama. Transmisi matik Ia juga menekankan pentingnya kualitas oli transmisi. Penggunaan oli palsu atau tidak sesuai spesifikasi dapat mempercepat kerusakan dan menutup peluang servis. Agus mengaku pernah menangani kasus oli transmisi yang berubah encer seperti air, yang berujung kerusakan lanjutan. “Kalau olinya salah atau palsu, lama-lama bukan cuma aus, tapi rusak total. Makanya jangan sembarangan beli oli,” ujarnya. Selain itu, usia dan jenis transmisi juga berpengaruh. Transmisi otomatis konvensional (AT) pada mobil-mobil lawas dinilai masih lebih toleran untuk diperbaiki dibanding CVT modern yang komponen internalnya lebih sensitif dan terbatas opsi servisnya. Agus menyarankan pemilik mobil matik untuk segera memeriksakan kendaraan ke bengkel spesialis begitu muncul gejala awal. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang transmisi masih bisa diservis tanpa harus mengganti unit secara keseluruhan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang