JAKARTA, KOMPAS.com – Upaya meningkatkan keselamatan layanan terus diperkuat oleh PT Transjakarta. Salah satu fokus utamanya adalah mengantisipasi kelelahan sopir atau pramudi agar risiko kecelakaan dapat ditekan sejak dini. Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengingatkan kembali tanggung jawab, komitmen, serta kedisiplinan seluruh ekosistem Transjakarta, khususnya pramudi dalam menjaga aspek keselamatan layanan. Transjakarta sebagai pilihan moda transportasi publik di DKI Jakarta Menurutnya, keselamatan harus diawali dengan kejujuran, terutama terkait kondisi fisik pramudi maupun kelayakan kendaraan. Pramudi diharapkan melaporkan setiap kondisi atau kejadian yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan. "Kami berkomitmen faktor keselamatan menjadi prioritas agar mampu menyelamatkan banyak nyawa dan meminimalkan kerugian," ujar Welfizon, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2026). Bagian depan bus Transjakarta bertabrakan di Koridor 13 Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026) pagi, hancur. Sebagai langkah konkret, Transjakarta meluncurkan layanan hotline khusus pramudi. Fasilitas ini menjadi saluran komunikasi cepat saat pengemudi mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan ketika bertugas. "Melalui layanan ini pramudi dapat segera menghubungi petugas dan menepikan kendaraan agar penumpang dapat dialihkan ke bus berikutnya," ucap Welfizon. Seorang pramudi bus transjakarta dengan nomor PPD-0653 kedapatan asyik bermain ponsel saat mengemudikan bus dari Depok menuju BKN Cawang, Rabu (30/11/2022). Langkah ini tidak lepas dari evaluasi atas insiden yang pernah terjadi. Welfizon menegaskan, kecelakaan yang melibatkan dua bus Transjakarta di Koridor 13 Jalan Layang Non Tol Cipulir menjadi pelajaran penting yang tidak boleh terulang. Pascakejadian tersebut, seluruh pramudi yang bertugas di Koridor 13 wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum beroperasi. Jika kondisi fisik dinilai tidak memungkinkan untuk mengemudi, pramudi diminta beristirahat terlebih dahulu. Kebijakan ini menegaskan bahwa faktor manusia menjadi perhatian utama dalam sistem keselamatan transportasi publik. "Saya minta seluruh pramudi agar terus menjaga profesionalisme untuk memastikan layanan Transjakarta tetap aman dan nyaman bagi masyarakat," kata dia. Dengan kombinasi pemeriksaan kesehatan, hotline pramudi, serta penegasan budaya jujur terkait kondisi fisik, Transjakarta berupaya memastikan aspek keselamatan tidak sekadar slogan, melainkan praktik nyata dalam operasional sehari-hari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang