Pengisian daya menjadi salah satu aktivitas rutin bagi pemilik motor listrik. Namun, posisi charger saat digunakan juga perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko apabila terjadi masalah pada perangkat. Abdullah, pemilik bengkel spesialis motor listrik Dolland Motor Electric, mengatakan, masih banyak pengguna yang meletakkan charger di atas jok atau dek motor ketika melakukan pengisian daya. Menurut dia, kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari karena jok maupun dek motor umumnya menggunakan material yang mudah terbakar. "Itu juga tidak saya sarankan, karena ketika korsleting pada charger, kemudian keluar percikan api atau terbakar pada charger-nya, itu bisa menyambar ke jok atau dek motor yang notabene dari plastik," ujar Abdul, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Fasilitas Boost Charger milik Alva Sebaiknya Diletakkan di Lantai Abdul menyarankan pemilik motor listrik untuk meletakkan charger di lantai ketika sedang digunakan. Posisi tersebut dinilai lebih aman karena charger tidak bersentuhan langsung dengan bagian motor yang terbuat dari material mudah terbakar. "Saran saya, untuk charger-nya diletakkan pada lantai saja, atau hindari peletakan di atas bahan yang mudah terbakar," kata Abdul. Selain memperhatikan posisi charger, pengguna juga perlu memastikan sambungan kelistrikan dalam kondisi baik. Soket pada motor listrik dan sumber listrik di rumah harus terpasang dengan benar agar proses pengisian daya dapat berlangsung dengan aman. "Dan selalu pastikan soket pada motor listrik dan listrik rumahnya terpasang dengan benar," ujarnya. Dengan demikian, pemilik motor listrik sebaiknya tidak hanya memperhatikan kondisi baterai dan charger, tetapi juga lokasi penempatan charger selama proses pengisian daya. Menghindari material yang mudah terbakar di sekitar charger menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko apabila terjadi korsleting atau gangguan pada perangkat.