Tarif layanan Transjakarta diusulkan naik menjadi Rp 5.000 per perjalanan mulai 1 Januari 2027. Usulan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian tarif transportasi umum di Jakarta yang juga mencakup Transjabodetabek dan LRT Jakarta. Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengatakan penyesuaian tarif perlu mempertimbangkan kemampuan masyarakat. Saat ini, tarif Transjakarta sebesar Rp 3.500 per perjalanan telah berlaku sejak 2005. Ketika itu, layanan Transjakarta baru beroperasi pada satu koridor yang menghubungkan Blok M dengan Kota. Sementara dalam perkembangannya, layanan Transjakarta kini telah berkembang menjadi 14 koridor BRT yang didukung ratusan rute non-BRT dan Mikrotrans. Wilayah pelayanannya disebut telah menjangkau sekitar 92,5 persen wilayah DKI Jakarta. “Agar besaran tarif bisa diterima masyarakat, maka sebelum diterapkan, perlu sosialisasi ke masyarakat dan dilakukan secara bertahap,” ujar Djoko, dalam keterangan resmi, Senin (5/10/2026). “Serta meningkatkan fasilitas pelayanan, penambahan rute hingga kawasan perumahan, keamanan dan kenyamanan,” kata dia. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti kondisi lalu lintas di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yang kerap padat akibat bus Transjakarta parkir di pinggir jalan. Tarif Diusulkan Naik Jadi Rp 5.000 Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mempertimbangkan sejumlah faktor dalam memberikan rekomendasi penyesuaian tarif. Salah satunya adalah perubahan kondisi sosial ekonomi selama lebih dari dua dekade. Sebagai gambaran, Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta pada 2005 tercatat Rp 819.100. Sementara pada 2026, UMP DKI Jakarta telah mencapai Rp 5.729.876. Selain itu, akumulasi inflasi sepanjang 2005-2026 berada di kisaran 105,80 persen hingga 177,60 persen. Di sisi lain, kualitas layanan Transjakarta juga mengalami perkembangan, mulai dari integrasi fisik, sistem pembayaran nontunai, hingga peningkatan kualitas armada dan halte. Pilihan bus TransJakarta menuju Taman Bendera Pusaka cukup beragam. Kamu bisa turun di pemberhentian RS Pusat Pertamina 2. Berdasarkan pertimbangan tersebut, DTKJ merekomendasikan tarif integrasi intramoda Transjakarta sebesar Rp 5.000 dengan durasi penggunaan tiga jam. Tarif tersebut berlaku untuk perjalanan yang mengintegrasikan layanan BRT, non-BRT, dan Mikrotrans. Khusus pengguna Mikrotrans yang tidak melanjutkan perjalanan menggunakan BRT atau non-BRT, tarif yang dikenakan sebesar Rp 2.000 per perjalanan. DTKJ juga merekomendasikan penghapusan tarif khusus Rp 2.000 pada pukul 05.00-07.00. Kebijakan tersebut dinilai dapat disesuaikan karena Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan Kartu Layanan Gratis bagi kelompok masyarakat tertentu. Bus Transjakarta B11 Ada Opsi Tiket Langganan Bulanan Selain tarif perjalanan, DTKJ juga mengusulkan skema tiket langganan bagi pengguna Transjakarta. Untuk layanan integrasi intramoda, tiket langganan diusulkan sebesar Rp 200.000 per bulan. Tiket tersebut dapat digunakan selama 24 jam dalam satu bulan. Pengguna juga berpotensi mendapatkan diskon 20 persen apabila melakukan perjalanan selama 25 hari dalam sebulan. Sementara untuk layanan Transjabodetabek, DTKJ mengusulkan tarif Rp 10.000 dengan durasi penggunaan tiga jam. Integrasi secara bertahap juga disiapkan, mulai dari Transjabodetabek dengan layanan Transjakarta, Mikrotrans, hingga Transbandara. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan penataan Jalan HR Rasuna Said dan penamaan Halte Transjakarta Setiabudi Integrasi di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (21/6). Selain meresmikan penataan Jalan HR Rasuna Said yang selesai tepat waktu, Pramono juga meresmikan penamaan Halte Gedung KPK menjadi Halte Setiabudi Integritas sebagai simbol penguatan budaya antikorupsi dan integritas di ruang publik strategis. Pada tahap berikutnya, integrasi dapat diperluas dengan moda lain seperti LRT dan MRT. Namun, penerapannya membutuhkan penyiapan sistem single platform ticketing serta penyesuaian model bisnis agar integrasi tidak merugikan operator. Untuk pengguna Transjabodetabek, DTKJ juga mengusulkan tiket langganan sebesar Rp 400.000 per bulan. Tiket tersebut dapat digunakan selama 24 jam dalam satu bulan, dengan potensi diskon 20 persen bagi pengguna yang melakukan perjalanan selama 25 hari dalam sebulan. Penyesuaian tarif tersebut menjadi bagian dari rencana Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi tarif transportasi umum mulai 2027. Besaran tarif akhirnya tetap perlu mempertimbangkan kemampuan masyarakat serta cakupan penerima layanan transportasi gratis yang rencananya diperluas dari 15 menjadi 21 golongan.