Daihatsu Xenia selama ini dikenal sebagai salah satu mobil keluarga yang mengutamakan kepraktisan. Kabinnya mampu menampung tujuh penumpang, sementara konsumsi bahan bakarnya relatif irit untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, di mata pencinta otomotif, Xenia tak cukup dengan tampilan standar. Hal tersebut dilakukan Sandy, pemilik Xenia yang berdomisili di Cakung, Jakarta Timur. Lewat tangan Sandy, mobil keluarga yang diberi nama Shirosugoi itu mendapat sejumlah sentuhan modifikasi dengan mengusung konsep sporty dan racing. Menariknya, unit yang dipilih Sandy bukan Xenia sembarangan. Ia menggunakan Daihatsu All New Xenia R 1.5 ADS ASA+, varian yang menurutnya cukup jarang ditemui di jalan. Pemilik Daihatsu Xenia R 1.5 ADS ASA+ ini mengubah tampilan mobilnya dengan konsep sporty dan racing, lengkap dengan pelek 18 inci. "Sebelumnya memang saya dari dulu berkutat punya mobil 7 seater yang konon populer di Indonesia. Saya jatuh hati ke 7 seater irit dan manis ini ke Daihatsu Xenia," ujar Sandy kepada Kompas.com, Rabu (16/9/2026). Menurut Sandy, salah satu alasan dirinya memilih Xenia adalah desain yang dinilai tetap relevan. Selain itu, fungsi kendaraan dan efisiensi bahan bakar juga menjadi pertimbangan utama. "Dari bentuk dasarnya yang timeless, mulai dari gril depan yang tetap sopan, fungsi yang sesuai kebutuhan dan iritnya mobil ini menjadi utama yang saya pilih," katanya. Pilih Xenia Varian Tertinggi Sandy mengatakan, dirinya sengaja memilih Xenia dengan spesifikasi tertinggi. Bahkan, menurut dia, tipe yang dipilihnya cukup "gaib" karena jarang ditemui di Indonesia dan tidak tercantum dalam katalog Daihatsu yang umum beredar. Xenia tersebut merupakan varian R 1.5 dengan tambahan paket ADS dan ASA+. "Memang panjang sekali namanya, karena mobil ini keluaran spek tertinggi di kasta R, dengan cc 1.500 dan kelengkapan fitur ASA (Advanced safety Assist)," kata Sandy. Pemilik Daihatsu Xenia R 1.5 ADS ASA+ ini mengubah tampilan mobilnya dengan konsep sporty dan racing, lengkap dengan pelek 18 inci. Dari sisi keselamatan, mobil tersebut sudah dibekali enam airbag, kamera ADAS, kamera 360 derajat, serta Blind Spot Monitoring pada bagian kaca spion kiri dan kanan. Sementara itu, paket ADS atau Astra Daihatsu Styling memberikan ubahan pada tampilan eksterior melalui penggunaan body kit. "Di mana body kit dari bumper depan, side skirt sampai bumper belakang dibalut semua termasuk sisi interior yang serba ada ornamen merah (merah itu racing)," ujarnya. Sandy membeli Xenia tersebut dalam kondisi baru pada 2024. Mobil ini dipilih untuk menggantikan kendaraan sebelumnya dan menunjang aktivitas sehari-hari. "Saya beli mobil ini dari baru di tahun 2024, dibeli menggantikan mobil sebelumnya untuk kebutuhan sehari-hari yang lebih produktif dan efektif karena sewajarnya mobil baru minim perawatan dengan fitur yang sudah kekinian," kata dia. Lebih Pede di Jalan Meski sejak awal sudah memiliki tampilan yang cukup sporty, Sandy tetap memberikan sejumlah sentuhan pada Xenia miliknya. Modifikasi dilakukan bukan untuk mengejar tampilan ekstrem, melainkan supaya mobil keluarga tersebut terlihat lebih berbeda dan menarik saat digunakan sehari-hari. "Saya sedikit modifikasi kendaraan ini karena pada awalnya agar berbeda aja dari yang lain. Agar tongkrongan lebih oke dan lebih eyecatching, saya memodifikasi sedikit mobil saya," ujar Sandy. Ia juga sengaja mempertahankan karakter Xenia sebagai mobil keluarga. Karena itu, ubahan pada bagian kaki-kaki dibuat dengan konsep yang disebutnya sebagai "ceper dewasa". "Saya memutuskan modifikasi sedikit agar saya merasa pede saja di jalan karena mobil terasa proper tampilannya, masih sopan di jalan dengan ubahan ceper dewasa," katanya. Konsep yang dipilih adalah sporty, racing, serta mengambil inspirasi dari Osaka Auto Messe dan aliran modifikasi Jepang. Menurutnya, konsep tersebut dipilih untuk memberikan nuansa berbeda pada mobil keluarga yang identik dengan penggunaan harian. "Biar meramaikan saja aliran modifikasi di jalan dan sesuai kesenangan saya yang sporty dan racing ini, agar tetap bergaya jiwa muda walau mobil bapak-bapak yang sangat family man ini," ujarnya. Ubahan Eksterior Pemilik Daihatsu Xenia R 1.5 ADS ASA+ ini mengubah tampilan mobilnya dengan konsep sporty dan racing, lengkap dengan pelek 18 inci. Pada bagian eksterior, perubahan paling terlihat terdapat pada warna bodi. Sandy melakukan pengecatan ulang seluruh bodi yang sebelumnya berwarna merah menjadi kombinasi two tone hitam dan putih. Tampilan tersebut kemudian dipadukan dengan pelek berukuran lebih besar. "Saya ganti pelek besar dengan ukuran 18 inci milik Yaris Cross type S ET 40 lebar 7 dibalut ban Accelera PHI ukuran 215/45 18 inci," kata Sandy. Untuk membuat Xenia tampil lebih rendah, bagian suspensi juga mendapat ubahan. Sandy menggunakan per depan orisinal yang dikustom, sementara bagian belakang menggunakan per Livina yang juga disesuaikan. Ubahan lain juga mencakup spoiler yang menggunakan komponen dari Honda Brio RS. Sementara untuk pencahayaan, fog lamp diganti menggunakan Shaber RS 800 dari Yoong Motor. Kap mesin juga mendapatkan wrapping dengan motif carbon look. Sejumlah komponen lain menggunakan part dari Otoproject dengan tampilan serupa. Pemilik Daihatsu Xenia R 1.5 ADS ASA+ ini mengubah tampilan mobilnya dengan konsep sporty dan racing, lengkap dengan pelek 18 inci. Masuk ke kabin, nuansa modifikasi juga tetap dipertahankan. Sejumlah panel interior dilapisi carbon look dari Otoproject. Bagian setir juga mendapat cover panel dengan tampilan serupa. Selain mengejar tampilan, Sandy menambahkan dashcam untuk menunjang penggunaan sehari-hari. Mesin Dapat Sentuhan Ringan Ubahan tidak hanya berhenti di eksterior dan interior. Bagian mesin juga mendapat beberapa peningkatan sederhana. Sandy mengganti filter udara bawaan dengan produk Ferrox. Sistem knalpot juga diganti menggunakan ORD full system 4-2-1, termasuk bagian resonator. "Air filter saya ganti Ferrox, knalpot saya ganti ORD full system 4-2-1 termasuk resonator," kata dia. Sandy mengatakan proses modifikasi tidak membutuhkan waktu lama. Namun, pengerjaan masih dilakukan secara bertahap karena Xenia tersebut tetap digunakan untuk aktivitas sehari-hari. "Untuk waktu modifikasi enggak lama sih, sekitar 2 bulan, karena on going modifikasinya dan dipakai sehari-hari," ujar Sandy. Untuk keseluruhan modifikasi yang dilakukan, Sandy memperkirakan biaya yang dikeluarkan untuk Xenia kesayangannya. "Total modifikasi kecil-kecilan mungkin di Rp 20 jutaan," kata dia. Modifikasi yang dilakukan Sandy pada Xenia miliknya memang tidak mengubah karakter dasar mobil sebagai kendaraan keluarga. Ubahan justru dibuat secukupnya, mulai dari eksterior, kaki-kaki, interior hingga sektor mesin, agar tampil lebih sporty tanpa meninggalkan fungsi sebagai mobil harian. Dengan konsep sporty, racing, dan sentuhan gaya modifikasi Jepang, Xenia R 1.5 ADS ASA+ miliknya kini punya tampilan yang lebih personal. Menariknya, seluruh proses tersebut dilakukan bertahap karena mobil tetap digunakan sehari-hari.