Kasus pemotor menabrak pintu mobil yang dibuka secara tiba-tiba masih kerap terjadi di jalan raya. Insiden ini bukan hanya menyebabkan kerusakan kendaraan, tetapi juga berisiko menimbulkan cedera serius bagi pengendara roda dua. Pada dasarnya, tanggung jawab utama memang berada pada pengemudi atau penumpang mobil yang membuka pintu sembarangan tanpa memastikan kondisi sekitar aman. Namun, pengendara motor juga dituntut untuk lebih waspada dan tidak menganggap situasi di jalan sebagai sesuatu yang sepenuhnya aman. Petugas Damkar berusaha memasukkan kawat ke dalam kaca untuk membuka pintu mobil terkunci di Pamekasan, Jumat (1/8/2025) Pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan insiden semacam ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran dari kedua belah pihak dalam berinteraksi di jalan. “Oke, dari fenomena tadi, sebenarnya ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak yang terlibat dalam insiden tersebut masih kurang memiliki kesadaran tentang bagaimana berinteraksi dengan objek-objek yang ada di jalan," ujar Jusri kepada Kompas.com, Rabu (18/2/2026). Jusri menekankan bahwa sebagai pengendara motor juga mesti awas dan bisa memprediksi apakah ada mobil di pinggir jalan yang akan buka pintu atau tidak. "Contohnya dari sisi saya sebagai pemotor. Katakanlah saya melihat ada sebuah mobil berhenti di depan. Pintunya tertutup, lalu saya menganggap itu hal biasa dan tetap melaju dengan kecepatan semula di samping mobil tersebut. Faktanya, penumpang atau pengemudi mobil itu bisa saja membuka pintu secara tiba-tiba. Di situlah terjadi benturan atau konflik keselamatan," kata Jusri. "Artinya, dari sisi saya juga tidak menyadari bahwa kemungkinan terburuk bisa saja terjadi. Seharusnya saya mengurangi kecepatan dan bersikap antisipatif terhadap potensi pintu dibuka mendadak," ujarnya. Kecelakaan lalu lintas terjadi akibat pintu mobil yang terbuka secara tiba-tiba ditabrak oleh pengendara motor yang sedang melintas, Kota Tangerang, Senin (22/12/2025) Menurut Jusri, pemotor sebaiknya tidak melaju dengan kecepatan konstan saat melewati kendaraan yang berhenti di bahu atau sisi jalan. Mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman menjadi langkah sederhana yang dapat meminimalkan risiko. "Karena saya tidak tahu kondisi di dalam mobil tersebut. Kacanya gelap dan kendaraan dalam posisi diam. Ini yang disebut sebagai bagian dari antisipasi terhadap blind spot, termasuk karena visibilitas terhalang kaca gelap," katanya. "Jadi, istilahnya pahami apa yang dilihat Ketika Anda melihat sesuatu, pahami kemungkinan yang bisa terjadi. Lalu bersikap antisipatif terhadap hal-hal tak terduga," katanya. Di sisi lain, pengemudi dan penumpang mobil juga wajib memastikan kondisi sekitar aman sebelum membuka pintu. Membuka pintu secara perlahan sambil mengecek spion dan kondisi lalu lintas di belakang dapat membantu mencegah kecelakaan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang