Jetour T2 resmi meluncur di Indonesia pada November 2025. SUV bergaya boxy ini tampil dengan desain gagah khas mobil off-road, dipadukan dengan sentuhan modern pada interior seperti layar besar 15,6 inci dan panoramic sunroof yang menambah kesan premium. Di atas kertas, Jetour T2 dibekali mesin 2.000 cc T-GDI yang mampu menghasilkan tenaga 241 Hp dan torsi 375 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi Dual-Clutch Transmission (7DCT) ke sistem Realtime 4WD, yang diklaim mampu menyesuaikan kebutuhan di berbagai kondisi jalan. Dengan spesifikasi tersebut, performa akselerasi tentu menjadi salah satu hal yang menarik untuk diuji. Saya pun mencoba mengukur kemampuan akselerasi Jetour T2 menggunakan alat Racelogic berbasis GPS. Pengujian dilakukan untuk mencatat waktu 0-60 kilometer per jam (kpj) dan 0-100 kpj, menggunakan mode berkendara normal dan sport. hasil akselerasi Jetour T2 menggunakan race logic Hasilnya, pada mode normal, Jetour T2 mencatat waktu akselerasi 0-60 kpj dalam 4,5 detik. Sementara untuk 0-100 kpj, waktu yang dibutuhkan adalah 9,3 detik. Sedangkan saat menggunakan mode sport, akselerasi 0-60 kpj tercatat 4,6 detik. Untuk 0-100 kpj, waktu yang diperoleh sedikit lebih lama, yakni 9,5 detik. Secara angka, hasil ini menunjukkan performa yang cukup responsif untuk ukuran SUV medium dengan dimensi bongsor dan mesin 2.000 cc turbo. Perbedaan tipis antara mode normal dan sport juga mengindikasikan karakter tenaga yang sudah cukup optimal di kedua mode, tergantung kebutuhan pengemudi saat berkendara sehari-hari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang