Baterai menjadi salah satu komponen paling penting pada mobil hybrid. Selain menjadi sumber tenaga untuk motor listrik, kondisi baterai juga sangat menentukan performa dan efisiensi kendaraan. Namun, ada satu faktor yang sering luput diperhatikan pemilik mobil hybrid, yaitu sistem pendinginan baterai. Padahal, menjaga temperatur baterai tetap ideal menjadi kunci agar usia pakainya tetap panjang. Menurut Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, sistem pendinginan memiliki pengaruh besar terhadap umur baterai hybrid. "Sangat berpengaruh karena kalau tidak ada pendinginan, baterai akan cepat overheat dan baterai akan cepat degradasi," ujar Yogig kepada Kompas.com, Rabu (2/9/2026). Baterai Hybrid Bisa Cepat Degradasi Jika Terlalu Panas Yogig menjelaskan, baterai hybrid bekerja dengan menghasilkan panas, terutama ketika kendaraan digunakan dalam kondisi tertentu seperti akselerasi tinggi, jalan menanjak, atau perjalanan jauh. Jika panas tersebut gak bisa dikontrol dengan baik, maka performa baterai bisa menurun secara bertahap. Kondisi ini dikenal sebagai degradasi baterai. Menurutnya, degradasi terjadi ketika kemampuan baterai menyimpan dan menyalurkan energi mulai berkurang. Jika sudah mengalami kerusakan permanen, baterai gak bisa dikembalikan ke kondisi semula. "Kalau baterai sudah degradasi dan rusak permanen, wajib ganti baterai," kata Yogig. Baterai mobil hybrid Kerusakan Baterai Tidak Selalu Terjadi Secara Langsung Meski begitu, Yogig mengatakan dampak dari sistem pendinginan yang buruk biasanya gak langsung terasa. Penurunan kemampuan baterai terjadi secara bertahap seiring pemakaian. Artinya, mobil hybrid masih bisa digunakan meskipun sistem pendinginan baterainya bermasalah, tetapi umur pakainya bisa lebih pendek dari yang seharusnya. "Mungkin gak sekarang baterai akan rusak, tapi usia baterai yang seharusnya bisa tahan kurang lebih 8 tahun, kurang dari 8 tahun sudah rusak," kata dia. Perawatan Sistem Pendinginan Baterai Jangan Diabaikan Karena itu, pemilik mobil hybrid perlu memastikan sistem pendinginan baterai tetap bekerja optimal. Salah satunya dengan menjaga kebersihan jalur udara pendingin baterai, terutama pada mobil yang menggunakan kipas untuk membantu mengalirkan udara. Selain itu, pemilik juga disarankan melakukan pemeriksaan berkala jika muncul tanda-tanda seperti performa mobil menurun, konsumsi bahan bakar meningkat, atau kipas pendingin baterai bekerja lebih sering dari biasanya. Dengan sistem pendinginan yang terjaga, temperatur baterai bisa tetap berada dalam kondisi ideal sehingga proses degradasi dapat diperlambat. Pada akhirnya, bukan hanya kapasitas baterai yang menentukan usia pakai, tetapi juga bagaimana pemilik menjaga komponen pendukungnya agar tetap bekerja maksimal.