JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi para pengguna mobil hybrid di Indonesia, satu hal yang paling penting diperhatikan adalah soal perawatan sistem penggerak. Kombinasi baterai dan mesin bensin bekerja sehingga dapat menghemat konsumsi BBM dalam penggunaan sehari-hari. Buat pemilik mobil hybrid, perlu perhatikan juga mengenai kesehatan baterai. Jika tidak terawat, komponen yang tidak murah itu akan cepat rusak, salah satunya karena overheat atau sering terlalu panas. Toyota Camry Hybrid yang sudah servis baterai Kesehatan baterai pada mobil hybrid sangat bergantung pada suhu kerja operasionalnya. Jika suhu baterai kerap berada di atas batas normal, daya tahan serta kondisi kesehatan baterai (State of Health) akan mengalami penurunan. Andrew Jonathan, Manager Domo Hybrid EV, menjelaskan bahwa penyebab utama baterai mobil hybrid mengalami overheat umumnya bersumber dari masalah sirkulasi pendinginan yang terhambat serta penumpukan kotoran pada komponen penyambung baterai. Sirkulasi Udara Berbeda dengan mobil listrik murni (EV) modern yang mayoritas paket baterainya dirancang tertutup rapat di kolong sasis, sebagian besar sistem baterai mobil hybrid mengandalkan kipas pendingin (blower) untuk menyalurkan udara segar ke modul baterai. Lantaran tidak tersegel secara penuh, partikel debu dan kotoran mikro berisiko masuk serta mengendap di dalam saluran pendingin. "Seperti Camry lama, dia ada blower-nya. Biasanya blower-nya kotor, jadi angin buat pendinginnya kurang. Debu-debunya itu juga menghambat pengisian baterainya, jadi tidak maksimal dan baterai jadi panas," ujar Andrew kepada Kompas.com, Selasa (6/10/2026). Hambatan aliran udara ini membuat pelepasan suhu panas saat proses isi ulang (charging) maupun pengosongan daya (discharging) menjadi tidak optimal, sehingga memicu peningkatan suhu pada baterai. Plat Busbar Selain masalah aliran udara dari blower, pemicu overheat lainnya adalah timbulnya korosi pada pelat penyambung antar-modul baterai atau yang dikenal dengan istilah busbar. Baterai mobil hybrid terdiri dari puluhan modul yang dirangkai secara seri. Plat busbar berfungsi untuk mengalirkan arus listrik antar-modul agar seluruh baterai dapat bekerja secara bersamaan. Toyota Camry Hybrid yang sudah servis baterai nya itu biasanya partikel-partikel korosinya sudah mulai muncul dan menumpuk. Efeknya kalau sering kena overheat, State of Health-nya menurun lebih cepat," kata Andrew. Hambatan listrik akibat penumpukan korosi pada busbar menciptakan resistansi tinggi yang memicu timbulnya panas berlebih saat arus listrik mengalir. Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini akan mempercepat penurunan kapasitas baterai. Setahun Sekali Meskipun baterai yang mengalami overheat tidak langsung membuat mobil hybrid mogok di jalan, penurunan SOH yang terus berlanjut pada akhirnya akan memicu indikator peringatan seperti "Check Hybrid System" menyala di cluster meter. Guna mencegah penurunan SOH secara prematur, Andrew menyarankan para pemilik mobil hybrid untuk rutin melakukan perawatan berskala berupa hybrid battery cleaning. "Prosesnya debu-debunya kita sedot semua, lalu busbar-nya kita bersihkan dari korosi. Untuk perawatan seperti ini cukup dilakukan setahun sekali. Biayanya mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 2 juta, tergantung tipe mobilnya," kata Andrew. Langkah perawatan berkala ini krusial untuk menjaga sirkulasi udara tetap lancar dan menghindarkan pemilik kendaraan dari risiko penggantian modul baterai bernilai belasan hingga puluhan juta rupiah.