Toyota Indonesia angkat bicara terkait keinginan pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat berdiskusi bersama jurnalis senior beberapa waktu lalu. Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto menegaskan, Toyota tetap berkomitmen mendukung arah kebijakan pemerintah, sekaligus melanjutkan pengembangan teknologi kendaraan melalui berbagai pendekatan. “Kami selalu mendukung kebijakan pemerintah untuk pengembangan industri. Toyota di Indonesia juga sudah 55 tahun berkiprah dengan pengembangan industri termasuk rantai pasok dan R&D,” ujar Nandi kepada Kompas.com, Jumat (20/3/2026). Toyota Yaris Cross G Hybrid Menurut dia, saat ini Toyota Indonesia terus melakukan penelitian dan pengembangan kendaraan dengan pendekatan multi-pathway, yakni mengembangkan berbagai teknologi secara paralel sesuai kebutuhan pasar. “Toyota Indonesia terus melakukan penelitian dan pengembangan kendaraan multi-pathway, seperti biofuel, serta komponen mobil elektrifikasi termasuk baterai, sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia,” kata dia. Tidak hanya itu, baik untuk kendaraan konvensional maupun elektrifikasi, Indonesia juga telah menjadi basis produksi penting bagi Toyota secara global. “Toyota Indonesia sudah dipercaya menjadi hub untuk ekspor ke lebih dari 80 negara,” ujar Nandi. Meski demikian, ia menekankan bahwa arah pengembangan kendaraan tetap mempertimbangkan dinamika pasar, baik domestik maupun ekspor. “Tentu pengembangan kendaraan sangat dipengaruhi dengan penerimaan pasar dan pelanggan,” kata dia. Ekspor mobil Toyota Oleh karenanya, Toyota akan terus mempelajari perkembangan pasar sembari melanjutkan inovasi di berbagai lini teknologi, termasuk kendaraan elektrifikasi berbasis energi terbarukan. “Sambil mempelajari market baik domestik maupun ekspor, Toyota tetap akan melakukan pengembangan kendaraan dan mobilitas, termasuk kendaraan elektrifikasi berbasis sumber energi terbarukan,” ucap Nandi. Prabowo Ingin Percepat Ekosistem BEV Pernyataan Toyota tersebut muncul di tengah dorongan pemerintah yang ingin mempercepat transformasi industri otomotif nasional, khususnya menuju kendaraan listrik berbasis baterai sehingga ketergantungan terhadap BBM berkurang. Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia perlu melakukan lompatan dalam industrialisasi, termasuk di sektor otomotif, dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. “Kita harus mengolah bahan mentah jadi produk industri bernilai tinggi. Kita punya semua, bauksit, alumina, dan lain-lain. Kita punya semua sumber alam untuk membuat mobil. Tapi kita tertinggal dengan negara lain yang tidak memilikinya,” ujar Prabowo. Dalam konteks kendaraan, ia bahkan secara terbuka menyinggung bahwa pabrikan Jepang selama ini terlihat lebih berhati-hati dalam mengembangkan mobil listrik berbasis baterai. “Toyota ini kan masih belum mau ke arah listrik,” kata Prabowo. Ia lantas mendorong agar Indonesia tak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu membangun industri kendaraan listrik yang terintegrasi, termasuk dengan energi terbarukan. “Saya ingin total listrik. Dan listriknya dari matahari,” ujar dia. Menurut Prabowo, pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis energi terbarukan dapat mengurangi ketergantungan impor bahan bakar sekaligus membuka peluang industri baru di dalam negeri. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang