Bursa pebalap MotoGP 2027 mendadak memanas, bahkan sebelum musim terakhir era mesin 1.000 cc dimulai. Serangkaian laporan dari berbagai media internasional mengindikasikan terjadinya pergeseran besar yang melibatkan sejumlah nama papan atas. Rangkaian kabar tersebut diawali oleh laporan Motorsport.com yang menyebut Fabio Quartararo telah menandatangani kontrak dengan Honda. Kabar itu kemudian diikuti informasi bahwa Jorge Martin diproyeksikan menggantikan Quartararo di Yamaha. Tak berhenti di situ, media Spanyol AS.com melaporkan bahwa Pedro Acosta telah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan tim pabrikan Ducati dan akan menjadi rekan setim Marc Marquez. Pedro Acosta saat berlaga pada MotoGP Qatar 2025 Paling menjadi sorotan, AS menyebut Acosta menolak tawaran dari Honda demi bergabung dengan Ducati. Langkah tersebut diyakini membuat Honda bergerak cepat mengamankan Quartararo. Nama Acosta sejatinya sudah lama dikaitkan dengan Ducati, terutama sejak kondisi finansial KTM memengaruhi performa mereka pada awal musim lalu. Tim VR46 bahkan secara terbuka mengakui sempat menjalin komunikasi untuk merekrut juara dunia ganda tersebut. Namun, di tengah ketidakpastian besar jelang perubahan regulasi teknis MotoGP 2027, pebalap berusia 21 tahun itu disebut mengincar kursi tim pabrikan Ducati. Jika terwujud, maka Acosta akan menggantikan Francesco Bagnaia. Marc Marquez dari Tim Ducati Lenovo merayakan kemenangannya di podium pada balapan sprint MotoGP Aragon di sirkuit Motorland di Alcaniz, timur laut Spanyol, pada 7 Juni 2025. Situasi ini semakin menguat setelah Marc Marquez mengakui bahwa dirinya sangat dekat dengan kontrak baru bersama Ducati. Dengan demikian, setidaknya tiga nama besar di bursa pebalap MotoGP 2027 disebut telah menentukan arah masa depannya lebih awal, sesuai dengan prediksi Marquez sebelumnya. Acosta sendiri masih belum secara terbuka membicarakan masa depannya. Saat ditanya mengenai MotoGP 2027 dalam peluncuran tim KTM, ia memilih untuk tidak memberikan jawaban tegas. “Saya pikir hari ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan itu. Kami sedang berada di acara peluncuran KTM hari ini,” ujar Acosta, dikutip dari Crash, Jumat (30/1/2026). Di sisi lain, Marquez menegaskan bahwa dirinya tidak pernah ikut campur dalam keputusan Ducati terkait pemilihan rekan setim. “Tidak pernah, tidak pernah. Saya tidak pernah memberikan syarat soal siapa rekan setim saya,” kata Marquez. Jika kepindahan Acosta ke Ducati benar-benar terealisasi, maka ia akan menghadapi tantangan besar, yakni mencoba mengalahkan Marquez dalam satu musim penuh tanpa gangguan cedera. Tantangan serupa sebelumnya gagal dituntaskan oleh Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Pol Espargaro, Joan Mir, hingga Bagnaia. Pergerakan ini juga berpotensi memicu efek domino. Maverick Vinales dari Tech3 mulai disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Acosta di KTM. Pebalap yang pernah memperkuat tim pabrikan Suzuki, Yamaha, dan Aprilia itu dinilai berjasa membawa proyek RC16 keluar dari masa sulit pada awal musim lalu. Sementara itu, Bagnaia dihadapkan pada persimpangan penting dalam kariernya. Ia memiliki opsi untuk tetap berada di bawah naungan Ducati dengan pindah ke tim VR46, atau mempertahankan status sebagai pebalap pabrikan dengan berganti merek. Bergantung pada tuntutan finansial, beberapa opsi disebut terbuka bagi Bagnaia, mulai dari bergabung dengan Aprilia bersama sahabat dekatnya Marco Bezzecchi, reuni dengan Jorge Martin di Yamaha, hingga bertukar kursi dengan Acosta di KTM. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang