Kebijakan opsen pajak kendaraan sempat memberikan tekanan cukup berat bagi pasar otomotif di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kendati demikian, kinerja penjualan Toyota di bawah naungan Nasmoco perlahan tapi pasti mulai menunjukkan pemulihan signifikan sepanjang tahun 2026. Sebagai informasi, opsen pajak merupakan pungutan tambahan pajak regional yang dikenakan sebesar kira-kira 66 persen dari besaran Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang berlaku. Booth Toyota di IIMS 2024 Penerapan aturan ini secara langsung berdampak pada penyesuaian harga jual kendaraan di wilayah Jawa Tengah yang menjadi lebih tinggi dibanding sebelumnya. Kebijakan opsen yang mulai berlaku efektif sejak kuartal kedua 2025 tersebut sempat membuat total pasar otomotif Jateng-DIY merosot hingga 30 persen pada tahun lalu. Dampak Opsen Vice President Director Nasmoco, Jodjana Jody, mengungkapkan bahwa perubahan tren penjualan kendaraan di wilayahnya sangat dipengaruhi oleh momentum pemberlakuan opsen pajak tersebut. Pada kuartal pertama (Q1) tahun lalu, penjualan Nasmoco sempat melonjak hingga mencapai 3.438 unit. Lonjakan ini terjadi karena masyarakat berbondong-bondong melakukan pembelian sebelum aturan opsen resmi diberlakukan. Sejumlah warga sedang melakukan pembayaran pajak di Kantor Samsat Kota Bekasi. Jumat (6/3/2026). Sebaliknya, pada Q1 2026, angka penjualan berada di angka 3.105 unit sebagai bentuk penyesuaian pasar terhadap skema harga baru. Memasuki kuartal kedua (Q2), adaptasi pasar mulai berjalan positif. Jika pada Q2 tahun lalu pasca-opsen diterapkan penjualan berada di angka 2.600 unit, maka pada Q2 2026 ini Nasmoco mencatat peningkatan pesat hingga mampu melepas 3.500 unit ke pasaran. "Q2 sejak ada opsen itu 2.600 unit, tapi tahun ini karena sudah latihan satu tahun, ya, mungkin ototnya sudah kuat lagi, jualan kami naik ke 3.500 unit," ujar Jodjana Jody di Yogyakarta, Senin (14/9/2026). Komunitas Raize dan Veloz berangkat dari Nasmoco Bantul Tren Penjualan Hingga Q3 2026 Sinyal pemulihan pasar semakin kuat terlihat pada kuartal ketiga (Q3) 2026. Khusus periode Juli hingga Agustus, penjualan berhasil menyentuh angka 2.288 unit, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 1.800 unit. Secara total hingga Agustus 2026, akumulasi penjualan Toyota di Jawa Tengah dan DIY melalui diler Nasmoco sudah menembus 8.900 unit. Angka ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 7,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (versus last year). Ilustrasi STNK. Daftar 8 Provinsi yang Masih Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan hingga Agustus 2026 Pencapaian penjualan tersebut didorong oleh performa 5 model terlaris Toyota di wilayah Jateng & DIY, yang secara berturut-turut terdiri dari Toyota Avanza, Kijang Innova, Veloz, Innova Zenix, dan Calya. Capaian positif ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat di Jawa Tengah dan DIY terhadap produk-produk unggulan Toyota kembali menguat, di tengah penyesuaian regulasi perpajakan daerah.