Lampu kuning pada mobil tua GULIR UNTUK LANJUT BACA Namun, pemerintah Delhi National Capital Territory (NCT) kini mengambil langkah lanjutan. Kendaraan yang masuk kategori ELV tidak boleh lagi berada di ruang publik, termasuk parkir di pinggir jalan. Jika ditemukan melanggar, aparat berwenang dapat langsung menyita kendaraan tanpa perlu mempertimbangkan kondisi fisik mobil, tingkat emisi aktual, ataupun seberapa sering kendaraan itu digunakan. Setelah disita, mobil akan diproses untuk dihancurkan atau didaur ulang.Artinya, meskipun mobil masih dalam kondisi prima dan terawat, faktor usia tetap menjadi penentu utama. Regulasi ini juga dikaitkan dengan standar emisi Bharat Stage. Kendaraan berstandar BS3 yang diproduksi sebelum 2017 berpotensi terdampak kebijakan tersebut. Sementara kendaraan dengan standar BS4 untuk sementara waktu masih dianggap aman dari ancaman penyitaan.Pemerintah masih memperbolehkan pemilik menyimpan kendaraan lama di garasi pribadi. Akan tetapi, risiko muncul ketika mobil tersebut diparkir di area umum. Tidak ada kewajiban bagi otoritas untuk memberikan pemberitahuan lebih dulu sebelum melakukan penindakan. Hal inilah yang memicu kekhawatiran di kalangan pemilik kendaraan lama.Untuk saat ini, aturan tersebut hanya berlaku di Delhi NCR dan belum diterapkan di negara bagian lain di India. Meski demikian, muncul kekhawatiran kebijakan serupa bisa diadopsi wilayah lain apabila dianggap efektif dalam menekan polusi. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Bagi pemilik yang ingin mempertahankan kendaraannya, opsi yang tersedia adalah memindahkan mobil ke luar wilayah Delhi NCR. Namun proses ini tidak sederhana karena memerlukan dokumen No Objection Certificate (NOC). Tanpa dokumen tersebut, kendaraan tidak dapat dipindahkan secara legal.Langkah tegas pemerintah Delhi ini menunjukkan keseriusan dalam mengatasi polusi udara. Di sisi lain, kebijakan tersebut juga memunculkan perdebatan mengenai dampaknya terhadap pemilik kendaraan lama yang masih layak pakai.