JAKARTA, KOMPAS.com – Di balik deru mesin dan aroma oli yang kental di sebuah bengkel Vespa di kawasan Klender, Jakarta Timur, berdiri sosok yang tak biasa. Dialah Aphin, seorang ibu, montir, sekaligus pemilik Aphin Garage, bengkel spesialis Vespa yang telah puluhan tahun menjadi rujukan para pencinta skuter klasik. Bertepatan dengan Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember, kisah Aphin seolah menegaskan bahwa peran seorang ibu tak pernah tunggal. Aphin Garage, bengkel spesialis Vespa di Klender, Jakarta Timur. Di tangannya, obeng dan kunci pas bukan sekadar alat kerja, melainkan simbol ketekunan, kemandirian, dan keberanian menembus dunia yang selama ini identik dengan laki-laki. Aphin bukan lulusan sekolah teknik atau otomotif. Latar pendidikan terakhirnya SMA jurusan IPA. Aphin Garage, bengkel spesialis Vespa di Klender, Jakarta Timur. Namun, kecintaannya pada dunia oprek tumbuh secara alami sejak ia bekerja di bengkel. “Saya memang dasarnya orang ngoprek. Aslinya saya pegang pembukuan, tapi kalau ada motor dibongkar, saya ikut nongkrong. Saya tanya ini rusak apa, ini fungsinya apa. Saya minta diajarin, saya dengerin suara mesin, biar tahu bedanya laher, seher, dan setang,” ujar Aphin kepada Kompas.com, Rabu (22/12/2025). Secara konsisten, ia ikut belajar mengenali suara mesin, membedakan bunyi laher, seher, hingga setang kruk, hanya dari pendengaran. Aphin Garage, bengkel spesialis Vespa di Klender, Jakarta Timur. Dari rasa penasaran itulah pengetahuan mekanik terbentuk, perlahan tapi pasti. Perjalanan Aphin ke dunia bengkel dimulai sejak ia pindah dari Jambi ke Jakarta pada era 1980-an. Di Ibu Kota, ketertarikannya pada Vespa semakin kuat. Aphin Garage, bengkel spesialis Vespa di Klender, Jakarta Timur. Skuter asal Italia itu bukan sekadar kendaraan, melainkan bagian dari cerita hidup banyak orang, termasuk kenalan dekatnya yang sejak bujang hingga berkeluarga setia menunggangi Vespa. Keputusan membuka bengkel bahkan menjadi syarat pribadi Aphin sebelum menikah. Ia bersikeras ingin mandiri dan punya usaha sendiri. Aphin Garage, bengkel spesialis Vespa di Klender, Jakarta Timur. “Saya bilang ke suami, kamu kalau mau kawin sama saya boleh, tapi satu syarat, saya minta buka bengkel. Kalau enggak, jangan. Itu syarat saya,” ucap Aphin. Modal awalnya jauh dari kata cukup. Bengkel pertamanya hanya berukuran sekitar 3x5 meter, berdiri di sekitar Jalan Pahlawan Revolusi. Aphin Garage, bengkel spesialis Vespa di Klender, Jakarta Timur. Peralatan seadanya, modal pas-pasan, dan semua dikerjakan sendiri. Dari ruang sempit itu, Aphin Garage tumbuh perlahan. Ia menjual suku cadang dengan margin tipis, mencetak spanduk seadanya, dan membangun relasi dengan pelanggan dari mulut ke mulut. Aphin Garage, bengkel spesialis Vespa di Klender, Jakarta Timur. Kejujuran menjadi pegangan utama. Jika motor masih sehat, ia tak segan menolak permintaan servis dari konsumen. Bengkel itu kemudian berkembang. Dari satu orang menjadi dua, lalu bertambah hingga memiliki beberapa karyawan. Lokasinya pun berpindah ke tempat yang lebih besar. Aphin merancang sendiri tata ruang bengkel, dari rak bodi Vespa hingga area kerja, agar rapi dan nyaman, berbeda dengan bengkel Vespa tempo dulu yang identik dengan tumpukan onderdil. Kini, Aphin Garage dikenal sebagai bengkel spesialis Vespa klasik yang mampu menangani unit dari era 1960-an hingga 2000-an, baik CBU maupun CKD. “Kalau ditanya kerjaan paling banyak apa, ya ngecat sama mesin. Servis biasa juga ada, perawatan harian juga ada,” kata dia. Di tengah dominasi motor matik dan perubahan tren otomotif, Vespa klasik tetap memiliki tempat tersendiri. Pelanggannya datang dari berbagai daerah, bahkan luar Jakarta. Banyak di antaranya adalah pelanggan lama yang sejak remaja sudah mengenal Aphin, dan kini kembali bersama keluarga. Lebih dari sekadar bengkel, Aphin Garage menjadi ruang cerita dan nostalgia. Tempat di mana Vespa dirawat bukan hanya sebagai mesin, melainkan sebagai kenangan. Di Hari Ibu, kisah Aphin menjadi pengingat bahwa peran ibu tak terbatas pada rumah. Di bengkel kecil di Klender itu, seorang ibu membuktikan bahwa ketekunan, keberanian, dan cinta pada pekerjaan bisa menghidupi keluarga. “Semua saya tangani sendiri, dari pembukuan sampai desain bengkel. Saya pikirin sendiri gimana caranya supaya pelanggan betah,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang