Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta para agen pemegang merek (APM) dan pelaku industri otomotif mempercepat realisasi investasi kendaraan bermotor rendah emisi di Indonesia. Menurut dia, komitmen investasi yang telah disampaikan industri masih perlu diwujudkan secara optimal. Agus mengatakan, pemerintah terus mendorong pengembangan program kendaraan bermotor emisi karbon rendah (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV) yang telah berjalan sejak 2021. Industri Komponen Tumbuh 127 Persen Menurut Agus, implementasi program tersebut telah mendorong pertumbuhan industri komponen dalam negeri. "Untuk itulah program kendaraan bermotor emisi karbon rendah yang sering kita kenalkan. Ini telah sama-sama kita jalankan sejak tahun 2021. Hasilnya, ada 16 perusahaan perakitan yang kini didukung oleh 332 pemasok komponen dalam negeri yang kebanyakan adalah industri kecil, industri menengah," ujar Agus, di ICE BSD, Tangerang, Kamis (30/7/2026). Ia mengatakan, jumlah pemasok komponen lokal meningkat 127 persen sejak program tersebut dimulai. Selain itu, program LCEV juga disebut telah menyerap sekitar 195.000 tenaga kerja langsung. Agus menambahkan, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) kendaraan elektrifikasi saat ini rata-rata berada di kisaran 40 hingga 46 persen. Bahkan, menurut dia, ada merek yang sudah mencapai 80 persen. "Pada kendaraan elektrifikasi dalam catatan kami sekarang rata-rata berada pada kisaran 40 sampai 46 persen, bahkan ada merek yang sudah bersertifikat sampai 80 persen," kata Agus. Ilustrasi mobil listrik. Penjualan kendaraan listrik telah melonjak di Asia Tenggara imbas krisi minyak yang diakibatkan oleh perang Iran di Timur Tengah. Realisasi Investasi Baru Rp 5,5 Triliun Meski demikian, Agus menilai realisasi investasi program kendaraan bermotor emisi karbon rendah masih perlu dipercepat. Menurut dia, hingga saat ini realisasi investasi baru mencapai Rp 5,5 triliun, sementara total komitmen investasi industri mencapai Rp 21,2 triliun. "Realisasi program kendaraan bermotor emisi karbon rendah telah melampaui angka Rp 5,5 triliun dari total komitmen Rp 21,2 triliun. Saya tentu menghargai capaian Rp 5,5 triliun tersebut, namun izinkan saya menyampaikan secara terbuka bahwa kami semua masih menunggu komitmen Rp 21,2 triliun tersebut bisa terwujud," ujarnya. Agus berharap percepatan realisasi investasi tersebut tidak hanya memperkuat industri otomotif nasional, tetapi juga mendorong Indonesia menjadi basis produksi sekaligus ekspor kendaraan rendah emisi di kawasan.