Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan bahwa total produksi kendaraan rendah emisi atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) di Indonesia kini sudah mencapai 878.000 unit. Jumlah tersebut merupakan akumulasi selama periode 2022, saat pertama kali program LCEV digencarkan melalui Peraturan Menteri Perindustrian No. 36/2021, hingga September 2025. "Secara kumulatif, total produksi kendaraan LCEV pada periode 2022 hingga September 2025 telah mencapai 878.000 unit dengan melibatkan 274 industri komponen lokal,” ujar Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta di sela acara peletakan batu pertama produsen komponen otomotif asal Jerman, Bosch, di Cikarang, Jawa Barat, dikutip Kompas.com, Rabu (19/11/2025). Dengan torehan itu, pemerintah mendapatkan tambahan investasi sebesar Rp 22,37 triliun yang meliputi 15 perusahaan peserta (OEM) dan 274 perusahaan industri komponen lokal. Mobil listrik Aletra L8 mulai dirakit lokal di fasilitas produksi milik PT Handal Indonesia Motor Subsektor industri tersebut, kata Setia, sejauh ini telah menyerap 182.000 karyawan. Oleh karena itu, Setia berharap kehadiran pabrik baru Bosch di Cikarang akan ikut berkontribusi signifikan dalam mendukung program LCEV. Tidak hanya itu, proses produksi tersebut juga akan menyerap dan mengembangkan kompetensi lokal. Pabrik yang didirikan di Cikarang itu, kata dia, akan memproduksi electronic control unit engine, electric cooling fan, wiper, serta Battery Management System (BMS). “(BMS) adalah komponen dengan nilai tambah tinggi dan teknologi canggih yang berperan penting dalam mendukung pengembangan kendaraan berbasis elektrifikasi di Indonesia,” ujar Setia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.