Merek mobil listrik Indonesia, Aletra, resmi memasuki fase penting dalam pengembangan bisnisnya dengan memulai perakitan kendaraan secara lokal. Menggandeng PT Handal Indonesia Motor (HIM), langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Aletra untuk membangun fondasi manufaktur berkelanjutan di dalam negeri. Product Manager Aletra, Marsellinus Christo Antyo, mengatakan proses menuju produksi lokal tidak berlangsung instan. Fasilitas perakitan mobil Aletra di PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat Persiapan pabrik telah dimulai sejak awal 2025, namun perusahaan memilih melakukan evaluasi lanjutan sebelum masuk ke tahap produksi penuh. “Sejak Januari 2025 sebenarnya pabrik sudah siap. Namun setelah kami tinjau kembali, masih ada beberapa hal yang perlu dimatangkan agar fasilitas ini bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujar Christo di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (21/1/2026). Ia menjelaskan, kendaraan Aletra L8 yang dirakit di fasilitas tersebut menjadi model pertama yang diproduksi secara lokal. Sebagai bagian dari persiapan, Aletra juga melakukan transfer teknologi. Perusahaan mengirim tim produksi ke China untuk mempelajari langsung proses perakitan kendaraan. “Kurang lebih satu bulan tim kami berada di sana untuk mempelajari seluruh proses perakitan,” kata Christo. Fasilitas perakitan mobil Aletra di PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat Setelah kembali ke Indonesia, fasilitas pabrik sebenarnya telah berdiri dengan berbagai peralatan utama terpasang. Namun, sejumlah bagian masih dalam tahap penyempurnaan sehingga belum langsung diresmikan. Tahap berikutnya difokuskan pada validasi proses produksi melalui perakitan prototipe. Kendaraan dirakit dan dibongkar berulang kali untuk memastikan seluruh komponen terpasang sesuai standar. “Mobil dirakit, diangkat, dibongkar, lalu dirakit ulang. Proses ini kami lakukan berkali-kali sampai hasil akhirnya sesuai spesifikasi,” ujarnya. Produksi perdana sekaligus peresmian jalur perakitan dilakukan pada Mei 2025. Sejak saat itu, Aletra mulai mengoperasikan fasilitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar. Saat ini, kapasitas produksi Aletra berada di level enam unit per jam per shift. Adapun target produksi tahun ini ialah sebanyak 2.000 unit. Fasilitas perakitan mobil Aletra di PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat Untuk mendukung kegiatan perakitan tersebut, perusahaan menyiapkan investasi sekitar Rp 300 miliar hingga 2027. “Investasi ini khusus untuk kebutuhan perakitan,” kata Christo. Ia menambahkan, lini produksi Aletra terbagi ke dalam empat tahapan utama dimulai pemasangan komponen utama, perakitan sistem bawah kendaraan, hingga pengecekan akhir sebelum unit dinyatakan siap digunakan. “Saat ini kami masih fokus mengejar produksi hingga Mei karena permintaan cukup tinggi. Investasi direalisasikan secara bertahap agar kapasitas produksi tetap terjaga,” ujar Christo. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang