Rasio kepemilikan kendaraan bermotor di Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara tetangga. Sekretaris Kompartemen Pengembang Industri di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Abdul Rohim mengatakan, secara jumlah produksi Indonesia berada di posisi ke-25 global. “Pada tahun 2005 yang lalu, industri kendaraan bermotor Indonesia berdasarkan jumlah produksi menempati urutan ke-25 dengan produksi 1,1 juta unit, setelah China memproduksi 34,5 juta (unit), Amerika (Serikat) urutan kedua, 10,2 juta (unit), dan Jepang urutan ke-3, sebesar 8,4 juta (unit)," kata Abdul di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Adapun untuk market atau penjualan, Indonesia berada di posisi kedua di kawasan. "Untuk negara kawasan ASEAN, market Indonesia adalah terbesar ke-2, dengan total 803.000 unit, setelah Malaysia, 820.000 unit," katanya. Arus lalu lintas di area Stasiun Palmerah, Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Pusat tampak semrawut dan macet diduga imbas banyaknya kendaraan yang berhenti di bahu jalan untuk menjemput dan menurunkan penumpang, Senin (3/7/2026) Rasio Kepemilikan Menariknya, meski jumlah produksi dan market Indonesia cukup besar, rasio kepemilikan kendaraan dengan jumlah penduduk masih kecil. Indonesia, masih sangat rendah, sekitar 99 dari 1.000 penduduk memiliki kendaraan," katanya. Bahkan menurut Abdul, jika dibandingkan dengan Malaysia, perbedaan tingkat kepemilikan kendaraan Indonesia dan Negeri Jiran cukup besar. "Sedangkan kalau kalian dari Malaysia sendiri, hasil pemilikan unit sudah mencapai 490, hampir 50 persen penduduk Malaysia memiliki kendaraan,” ujarnya. Mobil listrik BAIC T1 raih ratusan SPK di GIIAS 2026 Ruang untuk Tumbuh Rasio kepemilikan kendaraan menunjukkan jumlah kendaraan dibandingkan dengan jumlah penduduk. Semakin rendah rasionya, semakin besar potensi peningkatan kepemilikan kendaraan. Namun, pertumbuhan pasar otomotif tidak hanya ditentukan oleh jumlah penduduk. Daya beli masyarakat, harga kendaraan, akses pembiayaan, infrastruktur, dan ketersediaan transportasi umum juga menjadi faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat membeli kendaraan. Dengan jumlah penduduk yang besar dan rasio kepemilikan yang masih rendah, Indonesia masih memiliki peluang untuk meningkatkan pasar kendaraan bermotor ke depan.