Rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Namun kondisi tersebut justru dipandang sebagai peluang besar bagi pertumbuhan industri otomotif nasional, seiring besarnya populasi dan prospek ekonomi Indonesia ke depan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, hingga saat ini tingkat kepemilikan mobil di Tanah Air masih belum banyak berubah dan tertinggal dibandingkan negara lain. “Car ownership ratio masih begitu-begitu saja 99 mobil dari 1.000 orang dan ini masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain," kata Agus saat pembukaan IIMS 2026, di Jakarta, Kamis (5/2/2026). Ilustrasi jalan menanjak “Tapi kalau kita bicara soal car ownership ratio yang masih rendah itu saya sangat melihatnya sebagai hal yang potensinya sangat baik, sangat tinggi, pertama karena populasi kita besar 99 dari 1.000 di Indonesia itu berbeda kalau 99 dari 1.000 di Singapura, atau di Malaysia karena penduduk kita besar," ujarnya. Rasio kepemilikan mobil di Indonesia ialah 99 mobil per 1.000 orang, Singapura yaitu 211 mobil per 1.000 orang, Malaysia 490 mobil per 1.000 orang, dan Brunei 805 mobil per 1.000 orang. Menurut Agus, rendahnya rasio kepemilikan mobil bukan semata-mata mencerminkan lemahnya pasar. Sebaliknya bisa dilihat masih luasnya ruang pertumbuhan, terutama jika daya beli masyarakat terus menguat. "Belum lagi kita dalam waktu dekat ini akan menjadi harapan kita akan menjadi negara dengan ekonomi, kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia, terketujuh pada waktu dekat ini," katanya. "Artinya kita memiliki ruang untuk memperkuat daya beli masyarakat yang pada akhirnya dia akan memperkuat daya beli masyarakat untuk belanja otomotif," ujar Agus. Ilustrasi penjualan mobil di Hyundai Gowa Pada sisi lain, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pasar otomotif nasional masih menghadapi tekanan. Sepanjang Januari–Desember 2025, penjualan mobil secara wholesales atau dari pabrik ke diler tercatat mencapai 803.687 unit. Angka ini turun 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 865.723 unit. Meski demikian, capaian tersebut sudah melampaui target sebelumnya yang pada kisaran 780.000 unit. Target tersebut sebelumnya direvisi dari proyeksi awal 850.000–900.000 unit, menyesuaikan kondisi pasar. Tekanan juga terlihat di level ritel. Sepanjang 2025, penjualan mobil dari diler ke konsumen tercatat sebanyak 833.692 unit, atau melambat 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang