Belakangan ini, persoalan parkir paralel pada mobil listrik ramai diperbincangkan di media sosial. Perbincangan tersebut muncul karena adanya anggapan bahwa mobil listrik sulit dipindahkan atau didorong saat berada dalam kondisi parkir. Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, menjelaskan bahwa persoalan tersebut sebenarnya bukan berkaitan dengan parkir paralel, melainkan kemampuan mobil untuk berada dalam kondisi netral atau neutral parking. "Mobil listrik itu biasanya bukannya enggak bisa diparkir paralel sih. Ibaratnya kan parkir paralel itu kan nama parkirnya ya. Sekarang kan yang dia enggak bisa itu kan neutral parking judulnya,” ucap Lung Lung kepada Kompas.com, Jumat (21/8/2026). Neutral Parking “Nah, di beberapa mobil listrik kayak Hyundai Ioniq itu sebenarnya ada option-nya untuk neutral parking. Neutral parking itu berarti kalau pada mobil otomatis kan ada P, R, N, D gitu. Nah, P itu kan park. Ketika park itu rodanya nge-lock. Neutral parking itu berarti ketika dia parkir rodanya enggak di-lock. Itu biasanya ada fitur itu, cuma fitur itu hanya 30 menit. Enggak bisa lebih dari 30 menit, nanti dia nge-lock sendiri,” lanjutnya. Lajur paling kiri yang diperuntukkan bagi pengendara sepeda motor dijadikan tempat parkir mobil di Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (24/1/2018). Menurut Lung Lung, sistem kendaraan yang membuat mobil tidak mudah didorong sebenarnya bukan hal baru. Ia menyebut sejumlah mobil Eropa juga sudah menerapkan sistem serupa. "Sebenarnya sih itu bukan hal baru ya. Kalau kita tahu mobil Eropa kayak Mercy, BMW, Audi, itu sudah enggak mau memang didorong-dorong ketika parkir. Ketika parkir dia sudah pasti nge-lock dan dia sudah pasti dan di beberapa mobil Eropa dia akan bertanya kenapa enggak di rem tangan gitu," ucapnya. Lung Lung kemudian menjelaskan bahwa anggapan mobil listrik tidak bisa digunakan untuk parkir paralel muncul karena kendaraan lebih sulit didorong dibandingkan mobil konvensional. "Di masyarakat baru saja karena kan entah kenapa ya jadi jadi isu sangat enggak bisa paralel parking. Sebenarnya kalau di mobil listrik memang dari sistemnya itu enggak bisa. Karena mobil listrik itu ada yang namanya regenerative braking,” ucapnya. Regenerative Braking Ia menjelaskan, regenerative braking membuat motor penggerak berfungsi sebagai dinamo saat roda berputar, sehingga energi yang dihasilkan dapat dikembalikan untuk mengisi baterai. Sistem ini membuat mobil listrik lebih sulit didorong dibandingkan mobil konvensional yang berada di posisi netral. Pasalnya, saat didorong, motor generator pada mobil listrik ikut bergerak sehingga membutuhkan tenaga lebih besar. Jumlah motor generator pada setiap mobil juga berbeda, ada yang satu, dua, tiga, hingga empat. Menurut dia, keberadaan motor generator membuat mobil listrik terasa jauh lebih berat ketika didorong. Kondisi tersebut berbeda dengan mobil konvensional yang dapat lebih mudah digerakkan saat transmisi berada di posisi netral. "Jadi di mobil listrik itu motor generatornya itu ada yang ada dorong, sehingga itu tuh menjadi berat sekali gitu. Nah, dibilang bisa nggak bisa, menurut saya sih secara sistem memang tidak bisa. Si Hyundai saja hanya bisa unlock di 30 menit saja,” ucapnya. “Kalau mobil yang lain emang enggak bisa sih menurut saya secara sistem sih. Jadi memang mobil-mobil ini bukan didesain untuk didorong-dorong ketika parkir ya. Dan saya koreksi lagi ya, bukan paralel parking ya. Paralel parking-nya nggak ada masalah, bisa paralel parking. Yang tidak bisa adalah neutral parking,” lanjutnya.