Mobil listrik memiliki sejumlah karakteristik yang berbeda dibandingkan mobil bermesin bensin atau diesel. Salah satunya berkaitan dengan sistem transmisi dan rem parkir yang bekerja secara elektronik. Perbedaan tersebut terkadang membuat pemilik mobil listrik bertanya-tanya, apakah kendaraan bisa diparkir paralel dan kemudian didorong secara manual jika diperlukan? Mahaendra Gofar, Co-founder EVSafe sekaligus dosen di National Battery Research Institute, menjelaskan bahwa mobil listrik memiliki fitur yang memungkinkan kendaraan tetap berada dalam posisi netral tanpa mengaktifkan rem parkir secara otomatis. Lajur paling kiri yang diperuntukkan bagi pengendara sepeda motor dijadikan tempat parkir mobil di Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (24/1/2018). “Mobil listrik itu sudah dirancang untuk kebutuhan seperti parkir paralel. Ada yang namanya towing mode atau mode derek, jadi mobil bisa tetap di posisi netral dan tidak mengunci,” ujar Gofar kepada Kompas.com belum lama ini. Parkir Paralel, Aktifkan Towing Mode Menurut Gofar, dalam kondisi normal, mobil listrik akan secara otomatis mengaktifkan rem parkir ketika pintu dibuka, meskipun posisi transmisi sudah berada di netral. Hal tersebut berbeda dengan sebagian mobil konvensional sehingga pengguna mobil listrik perlu memahami fitur yang tersedia pada kendaraannya. Untuk kebutuhan seperti parkir paralel, towing mode atau mode derek dapat digunakan. Dengan mengaktifkan fitur tersebut, mobil tetap berada pada posisi netral dan rem parkir tidak mengunci. Mobil Wuling Air EV milik Chairissahar Dengan demikian, kendaraan masih dapat didorong secara manual apabila harus digeser di area parkir yang sempit. Fitur tersebut juga berguna ketika mobil perlu dipindahkan atau diderek dalam kondisi tertentu. Namun, tata cara mengaktifkannya bisa berbeda pada setiap merek dan model mobil listrik. Karena itu, pemilik sebaiknya memeriksa buku manual kendaraan untuk mengetahui prosedur mengaktifkan towing mode dengan benar. Indikator baterai Hyundai All New Kona Electric setelah sampai Semarang setelah melakukan perjalanan dari Jakarta Bagaimana Jika Mobil Listrik Kehabisan Daya? Hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi baterai atau sistem kelistrikan kendaraan ketika mobil hendak dipindahkan. Gofar mengatakan, selama mobil masih memiliki daya, towing mode dapat digunakan untuk membuat kendaraan berada dalam posisi netral. Namun, apabila mobil listrik benar-benar kehabisan daya, electronic shifter tidak dapat berfungsi. Akibatnya, kendaraan tidak bisa begitu saja dipindahkan ke posisi netral. Ilustrasi towing atau derek mobil listrik Dalam kondisi darurat tersebut, sistem dapat diberikan daya sementara, salah satunya melalui jumper aki 12 volt. Setelah sistem kembali aktif, mobil dapat dipindahkan ke posisi netral sehingga bisa digeser sesuai kebutuhan. “Jadi bukan berarti mobil listrik tidak bisa didorong. Bisa, selama tahu caranya dan sistemnya masih ada daya,” kata Gofar. Dengan memahami fungsi towing mode atau mode derek, pemilik mobil listrik tidak perlu khawatir ketika harus melakukan parkir paralel. Fitur tersebut memang menjadi bagian dari desain kendaraan listrik modern untuk mendukung kebutuhan mobilitas, termasuk ketika kendaraan harus dipindahkan secara manual di ruang yang terbatas.