Dominasi Aprilia Racing di awal musim MotoGP 2026 mulai mencuri perhatian. Namun, bagi Marc Marquez, kondisi tersebut bukan hal yang mengejutkan. Setelah beberapa musim dikuasai Ducati, tiga seri awal MotoGP 2026 justru menunjukkan perubahan peta persaingan. Aprilia tampil dominan melalui performa impresif para pebalapnya. Marco Bezzecchi menjadi sorotan setelah berhasil menyapu bersih kemenangan di tiga balapan grand prix. Sementara itu, rekan setimnya Jorge Martin juga tampil konsisten dengan satu kemenangan Sprint serta dua podium, yang membuatnya kini menempati posisi kedua klasemen sementara. Di posisi ketiga ada Pedro Acosta yang mencatat kemenangan Sprint bersama KTM. Adapun pebalap Ducati terbaik sejauh ini adalah Fabio di Giannantonio dari tim VR46 yang berada di peringkat keempat. Sementara itu, Marquez yang berstatus juara dunia bertahan masih tertahan di posisi kelima klasemen. Ia baru mengoleksi satu kemenangan dari Sprint di Goiania dan masih memburu podium grand prix pertamanya musim ini. Pebalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez (kanan) menyalip pebalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi pada putaran terakhir Sprint Race MotoGP Jerman 2025 di Sirkuit Sachsenring, di Hohenstein-Ernstthal dekat Chemnitz, Jerman timur pada 12 Juli 2025. (Foto oleh Ronny Hartmann / AFP) Meski performa Aprilia sudah terlihat sejak akhir musim lalu, sebagian pihak sempat mengaitkannya dengan absennya Marquez akibat cedera. Namun, pebalap asal Spanyol tersebut menilai peningkatan Aprilia memang sudah terlihat sejak lama. “Apakah ini kejutan terbesar? Bagi saya bukan kejutan sama sekali,” ujar Marquez, dikutip Crash.net, Senin (13/4/2026). “Sejak akhir musim lalu dan saat pramusim, kami sudah memahami bahwa, misalnya, Marco sangat cepat, dan Aprilia juga cepat serta terus berkembang," lanjutnya. Pandangan serupa juga disampaikan Luca Marini. Ia menilai performa para pabrikan sejauh ini masih sesuai dengan hasil tes pramusim. “Kami melihat semua pabrikan berkembang cukup pesat, terutama Aprilia," kata Marini. Di sisi lain, rookie Diogo Moreira justru melihat Aprilia sebagai kejutan terbesar musim ini, terutama dari sisi konsistensi performa. Jorge Martin saat berlaga pada MotoGP Qatar 2025 Ia juga menyoroti penampilan Bezzecchi dan Martin yang dinilai tampil sangat kuat sejak awal musim. Hal ini tak lepas dari persiapan matang Aprilia selama musim dingin. "Saya akan bilang Bezzecchi. Di akhir musim lalu dia sudah terlihat kuat, tapi tahun ini dia sangat dominan. Begitu juga Martin. Saya rasa Aprilia melakukan pekerjaan yang sangat baik selama musim dingin, jadi sekarang mereka sangat kuat," kata Moreira. Martin sendiri mengaku tak menyangka bisa langsung tampil kompetitif, terutama setelah sempat absen di sebagian tes pramusim akibat pemulihan operasi. “Bisa naik podium setelah dua seri saja sudah cukup mengejutkan,” kata Martin. Sementara itu, Franco Morbidelli menilai MotoGP memang selalu menghadirkan dinamika yang sulit diprediksi. Menurut dia, kejutan menjadi bagian dari daya tarik utama kejuaraan balap motor tersebut. Dengan kondisi tersebut, persaingan MotoGP 2026 diprediksi akan semakin menarik, terutama melihat konsistensi Aprilia di awal musim. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang