Marc Marquez menyebut bertahan di Ducati merupakan prioritas utama, namun ia perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan final. “Jika melihat perjalanan karier saya, ketika saya merasa nyaman di sebuah tim, kompetitif, dan semuanya berjalan dengan baik, saya berusaha untuk tidak pindah,” kata Marquez dikutip dari Crash, Selasa (20/1/2026). “Karena itu, opsi pertama saya tentu mencoba tetap bersama Ducati, tetapi semuanya harus dijalani selangkah demi selangkah,” ujarnya. Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengendarai motornya dalam sesi Practice MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika di Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada 3 Oktober 2025. (Foto oleh SONNY TUMBELAKA / AFP) Tahun ini kontrak Marquez bersama tim pabrikan Ducati bakal habis. Kendati demikian, ia disebut-sebut bakal tetap menjadi bagian dari Ducati saat MotoGP memasuki era regulasi baru pada 2027. Marquez tampil dominan sepanjang musim 2025 dengan meraih gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya. Pebalap asal Spanyol itu mencatatkan 11 kemenangan grand prix serta 14 kemenangan sprint, sekaligus menegaskan statusnya sebagai pebalap paling kompetitif di grid. Seiring kecenderungan kontrak pebalap ditandatangani lebih awal, Marquez menjadi sosok sentral di bursa transfer MotoGP 2027. “Sekarang kontrak seolah ditandatangani semakin cepat. Kami sudah berdiskusi, tetapi saya masih perlu mengevaluasi semua hal,” ujarnya. Marc Marquez juara MotoGP 2025 Dari sisi tim, Ducati menegaskan keinginannya untuk mempertahankan Marquez. Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menyebut perpanjangan kontrak sang juara dunia sebagai prioritas utama. “Hal pertama yang ingin kami lakukan adalah memperbarui kontrak juara dunia,” ujar Tardozzi. “Itu sudah jelas, seperti yang pernah kami lakukan dengan Pecco Bagnaia.” Meski demikian, Tardozzi menekankan bahwa Ducati saat ini belum berada di bawah tekanan untuk segera menyelesaikan kontrak baru. “Kami fokus pada tes pertama. Jika memungkinkan, kami ingin mengamankan kontrak juara dunia, lalu setelah itu baru melihat langkah berikutnya,” ucapnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang