Baterai menjadi salah satu komponen terpenting pada sepeda motor listrik karena berfungsi sebagai sumber energi utama. Seiring pemakaian, kemampuan baterai dalam menyimpan energi akan mengalami penurunan. Kondisi tersebut dikenal sebagai degradasi baterai. Degradasi membuat kapasitas baterai berkurang. Akibatnya, jarak tempuh motor listrik dalam satu kali pengisian daya bisa menurun dibandingkan ketika baterai masih dalam kondisi baru. Abdullah, pemilik bengkel spesialis motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, mengatakan, tingkat degradasi baterai dipengaruhi oleh pola pemakaian dan kualitas baterai. "Tergantung pemakaian dan kualitas baterai. Normalnya, penurunannya sekitar 20-30 persen dalam lima tahun," kata Abdul panggilannya kepada Kompas.com, Selasa (6/10/2026). Ilustrasi baterai motor listrik United E-Motor Siklus Pengisian Selain dihitung berdasarkan usia pemakaian, kondisi baterai juga dapat dilihat dari jumlah siklus pengisian atau charge cycle yang telah dilalui. Hendro Sutono, pegiat kendaraan listrik sekaligus Admin KOSMIK Indonesia, menjelaskan, daya tahan baterai lebih tepat dilihat dari akumulasi siklus pengisian. Jumlah siklus tersebut dapat berbeda tergantung jenis baterai dan pola penggunaan kendaraan. "Daya tahan baterai tidak diukur hanya berdasarkan lamanya tahun pemakaian, melainkan berdasarkan akumulasi siklus pengisian (charge cycle)," katanya kepada Kompas.com, Selasa (2/10/2026). Hendro menjelaskan, setiap jenis baterai memiliki kemampuan siklus pengisian yang berbeda. "Baterai NCM (Nickel Manganese Cobalt) memiliki usia pakai rata-rata 800–1.000 siklus," kata Hendro. "Sementara baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) mampu mencapai 2.000–3.000 siklus sebelum kapasitasnya menyusut hingga batas State of Health (SOH) sekitar 70–80 persen," ujarnya. Pemakaian Harian Menurut Hendro, jumlah siklus pengisian akan semakin cepat terakumulasi apabila kendaraan digunakan secara rutin, terutama jika baterai sering mengalami siklus pengisian penuh. Dengan asumsi kendaraan digunakan setiap hari dan menghabiskan satu siklus penuh dalam sehari, perbedaan kemampuan siklus antara baterai NCM dan LFP akan berpengaruh terhadap perkiraan usia pakainya. "Jika kendaraan digunakan setiap hari dengan ritme satu siklus penuh per hari, baterai NCM akan mengalami penurunan kapasitas yang signifikan dalam rentang waktu tiga tahun. Sementara itu, baterai LFP berpotensi bertahan hingga tujuh sampai delapan tahun," katanya. Namun, usia baterai tidak hanya ditentukan oleh jumlah tahun atau siklus pengisian. Cara pengisian, kondisi suhu, serta perawatan juga turut memengaruhi laju degradasi. "Meski demikian, usia pakai aktual sangat bergantung pada pola pengisian daya, manajemen suhu, dan kepatuhan terhadap perawatan," ujar Hendro.