Di Indonesia, keberlanjutan telah berkembang menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional. Dalam konteks ini, kehadiran Vingroup menghadirkan paradigma pembangunan yang berbeda.Vingroup menghadirkan paradigma pembangunan terintegrasi, konsisten secara struktural, dan dirancang dengan visi jangka panjang sejak tahap awal.Vingroup menunjukkan keberlanjutan hanya akan berdampak nyata jika dijalankan sebagai sebuah ekosistem yang saling terhubung, bukan sekadar kumpulan inisiatif yang berdiri sendiri. Mulai dari kendaraan listrik VinFast yang melaju di jalanan Hanoi dan Jakarta, armada taksi listrik Green SM yang memelopori layanan transportasi berkelanjutan, pengembangan energi terbarukan melalui VinEnergo, hingga ESG++ megacities yang dirancang oleh Vinhomes.Ekosistem Perkotaan Terintegrasi sebagai Keunggulan KompetitifSetelah melakukan kunjungan lapangan dan evaluasi langsung di Vietnam, Direktur New7Wonders sekaligus Chairman inisiatif '7 Wonders of Future Cities' Jean-Paul de la Fuente, menyampaikan pengamatan yang cukup mencolok.Menurut Jean-Paul, pengalaman langsung di lapangan jauh lebih mengesankan dibandingkan dengan apa pun yang pernah ia baca dalam laporan atau publikasi.Jean-Paul menilai, keunggulan Vingroup tidak semata terletak pada skala proyek, melainkan pada arsitektur ekosistem yang memang dirancang secara sengaja sejak awal."Hal yang paling mengesankan bagi saya adalah integrasi yang mulus antara pilar-pilar utama, mulai dari pendidikan, kesehatan, komersial, hiburan, lapangan kerja, hingga layanan masa pensiun. Di Vinhomes Green Paradise seorang penghuni dapat menjalani seluruh siklus hidupnya di dalam satu lingkungan perkotaan," ujar Jean-Paul, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).Secara global, banyak pengembangan kota baru yang berfokus pada pembangunan hunian, dengan perkantoran dan ritel sebagai pelengkap kebutuhan ekonomi. Sementara itu, infrastruktur pendidikan dan kesehatan sering kali masih bergantung pada sistem publik, yang dalam jangka panjang berpotensi menciptakan fragmentasi dan ketimpangan.Sebaliknya, Vingroup tidak menganut pola 'bangun dulu, lengkapi kemudian'. Sejak awal, Vingroup merancang seluruh habitat secara komprehensif. Ditopang oleh kecepatan eksekusi yang jarang ditemui di tingkat global, Vingroup mampu merancang, membangun, dan menghadirkan mega kota berskala besar dengan konsistensi struktural dan efisiensi operasional.Pendekatan sistemik ini mengubah pengembangan kota dari sekadar proyek properti menjadi platform jangka panjang bagi keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan.Vinhomes Green Paradise: Kota ESG++ yang Dirancang Sejak AwalJika pemikiran ekosistem merupakan fondasi filosofisnya, maka Vinhomes Green Paradise adalah perwujudan paling nyata. Dalam proyek ini, konsep ESG++ tertanam langsung dalam DNA struktur pengembangannya.Di sini, ESG tidak berhenti sebagai jargon. Prinsip keberlanjutan diterapkan melalui perencanaan hijau berskala besar, optimalisasi sumber daya, integrasi teknologi cerdas, orientasi energi bersih, serta solusi mobilitas berbasis elektrifikasi.Aspek lingkungan, infrastruktur sosial, dan tata kelola tidak diperlakukan sebagai sekadar indikator kepatuhan, melainkan sebagai prinsip desain.Tak kalah penting, proyek-proyek Vingroup tidak dirancang untuk siklus investasi lima atau 10 tahun. Visi yang dibangun bersifat lintas generasi. Perspektif jangka panjang inilah yang memungkinkan Vinhomes Green Paradise menjadi proyek pertama yang memenuhi kriteria '7 Wonders of Future Cities', sebuah inisiatif global yang mencari ikon kota masa depan abad ke-21.Bagi Indonesia, yang tengah mempercepat pengembangan smart city dan standar bangunan hijau, model ESG++ yang dirancang sejak awal ini menjadi contoh yang relevan. Model tersebut menunjukkan bagaimana sektor swasta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga lingkungan, dan memperkuat kohesi sosial melalui integrasi struktural, bukan sekadar penyesuaian bertahap.VinFast di Indonesia: Lebih dari Sekadar Produsen Kendaraan ListrikDalam strategi besar ini, VinFast beroperasi dengan dua prinsip utama yang diwarisi dari Vingroup: pengembangan ekosistem yang tersinkronisasi dan orientasi hijau yang konsisten.Dalam waktu kurang dari dua tahun beroperasi di Indonesia, VinFast telah meresmikan fasilitasnya di Subang, menghadirkan portofolio produk yang beragam, serta terus memperluas ekosistem layanan.Jaringan dealer dan pusat layanan purna jual dikembangkan seiring dengan pertumbuhan infrastruktur pengisian daya melalui kolaborasi dengan V-Green, pengembang jaringan pengisian daya global. Kemitraan strategis dengan bank dan lembaga keuangan juga memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik.Menariknya, strategi VinFast tidak berhenti pada penjualan kendaraan. Perusahaan ini berinvestasi besar pada infrastruktur layanan, proses purna jual, pengalaman pelanggan, dan transparansi.Di tengah persaingan global yang sering mengandalkan insentif harga jangka pendek, VinFast justru menempatkan penciptaan nilai jangka panjang dan pembangunan kepercayaan sebagai prioritas utama.Ekonom Indonesia Josua Pardede menilai diferensiasi VinFast tidak bisa dilepaskan dari filosofi pengembangan Vingroup secara keseluruhan."Ciri paling menonjol adalah konsistensi arsitektur Vingroup. Ini bukan konglomerasi konvensional di mana unit bisnis berjalan paralel dengan interaksi terbatas," ujar Josua."Struktur ini lebih menyerupai sebuah super-ekosistem yang mencakup teknologi, manufaktur, properti, layanan, energi hijau, infrastruktur, hingga inisiatif sosial," sambungnya.Menurut Josua, seluruh komponen tersebut tidak dikembangkan secara terpisah, melainkan membentuk 'value circulation loop'. Istilah ini mengarah ke sebuah sirkulasi nilai di mana permintaan dibangun dari dalam ekosistem, sementara kemampuan pasokan diperkuat melalui pemahaman mendalam terhadap perilaku dan ekspektasi konsumen.Jika dilihat secara terpisah, VinFast adalah produsen kendaraan listrik. Namun secara sistemik, VinFast merupakan pilar strategis dalam struktur lintas sektor yang memungkinkan Vingroup membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan yang sulit ditiru dalam waktu singkat.Pemikiran Hijau sebagai Arsitektur Strategis Jangka PanjangBagi konsumen Indonesia, di mana adopsi kendaraan listrik masih berada pada tahap awal, faktor penentu bukan hanya kapasitas baterai atau performa akselerasi. Faktor utama adalah kepercayaan: terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya, layanan purna jual (aftersales), serta komitmen jangka panjang merek di pasar.Kebijakan-kebijakan terobosan VinFast di Indonesia dirancang untuk menurunkan hambatan transisi menuju mobilitas hijau, sekaligus memperkuat perannya sebagai pelopor dalam transformasi mobilitas berkelanjutan di Indonesia dan kawasan.Di tingkat grup, mulai dari VinFast, VinEnergo, hingga Vinhomes, Vingroup mendorong model pembangunan di mana mobilitas listrik, energi terbarukan, dan perencanaan kota ESG++ saling terhubung dalam satu sistem terpadu. Setiap pilar saling memperkuat dan memberi legitimasi satu sama lain.Seiring meningkatnya persaingan global di sektor mobilitas listrik, keunggulan tidak lagi ditentukan semata oleh spesifikasi teknis. Keunggulan akan dimiliki oleh perusahaan yang mampu mendampingi konsumen sepanjang siklus kepemilikan, sekaligus menanamkan keberlanjutan ke dalam struktur sosial dan ekonomi yang lebih luas.Dengan strategi ekosistem yang jelas, kapasitas sumber daya yang kuat, serta filosofi berorientasi pada pelanggan, Vingroup dan VinFast menawarkan jalur pembangunan yang berbeda, sebuah visi hijau tingkat lanjut yang dirancang untuk memberikan dampak lintas generasi.