Video viral yang memperlihatkan seorang pengemudi mobil low cost green car (LCGC) merusak Mini Cooper di kawasan Sunter kembali memunculkan stigma lama di masyarakat. Tidak sedikit warganet yang mengaitkan perilaku agresif di jalan dengan pengemudi mobil LCGC, yang kerap dicap lebih emosional, ugal-ugalan, atau kurang tertib dibanding pengguna kendaraan lain. Namun, benarkah jenis mobil yang dikendarai berkaitan dengan kecenderungan seseorang untuk marah di jalan? Daihatsu Ayla, Honda Brio, dan Toyota Agya adalah para pemain di segmen LCGC Pakar psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim, mengatakan, kondisi sosial ekonomi maupun tekanan hidup memang dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Namun, pengaruh tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran untuk melampiaskan emosi kepada pengguna jalan lain. "Kalau ditanya apakah kondisi sosial ekonomi, tekanan politik, dan sebagainya berpengaruh terhadap kondisi psikologis seseorang, jawabannya bisa, pasti berpengaruh,” ujar Rose, kepada Kompas.com (10/7/2026). Komparasi LCGC antara Toyota Agya dan Daihatsu Ayla Ia menjelaskan bahwa jalan raya merupakan ruang yang penuh tekanan sehingga setiap pengemudi harus memiliki kesiapan mental. Masalah pribadi, seperti tekanan ekonomi maupun persoalan lain, sebaiknya tidak dibawa saat berkendara karena dapat memengaruhi cara seseorang bereaksi terhadap situasi di jalan. Rose menambahkan, ketika seseorang sedang mengalami kesulitan keuangan, seharusnya fokus diarahkan untuk mencari solusi, bukan menjadikan pengguna jalan lain sebagai pelampiasan frustrasi. Menurutnya, tindakan agresif tidak akan menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi. Tekanan Hidup Bisa Memengaruhi Emosi Rose juga menilai stigma yang melekat pada pengemudi mobil LCGC belum bisa dibenarkan. Menurut dia, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa pemilik mobil dengan harga lebih terjangkau lebih mudah terpancing emosi dibanding pemilik kendaraan lain. "Kalau ditanya apakah pemilik mobil LCGC lebih mudah terpancing emosi karena mobil tersebut tergolong murah, menurut saya belum tentu demikian. Untuk menyimpulkan hal itu, perlu ada penelitian lebih lanjut,” ucap Rose. Ia menjelaskan, latar belakang sosial ekonomi memang dapat memengaruhi cara seseorang berpikir. Namun, moral tidak berkaitan langsung dengan tingkat pendidikan maupun harga kendaraan yang dimiliki. Menurut Rose, kemampuan mengendalikan emosi, empati, hati nurani, serta nilai-nilai seperti menghormati orang lain, toleransi, keadilan, dan kebaikan justru dibentuk sejak usia dini melalui lingkungan keluarga dan proses pengasuhan. Arus lalu lintas kendaraan pemudik di Jalan Inspeksi Kalimalang, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (27/3/2025), terpantau masih landai. Bukan Soal Mobil Murah, tetapi Pengendalian Diri Rose mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru memberi stigma kepada pemilik kendaraan tertentu hanya karena ulah segelintir orang. Menurut dia, cara seseorang menghadapi konflik di jalan sangat bergantung pada karakter dan kemampuan mengelola emosinya. Karena itu, mengaitkan perilaku agresif dengan jenis mobil tertentu merupakan kesimpulan yang terlalu sederhana dan belum didukung bukti ilmiah. Ilustrasi berkendara di jalan lurus “Kalau seseorang tidak mampu mengendalikan emosinya, memang bisa jadi kemampuan berpikir logisnya belum berjalan dengan baik. Namun, bukan berarti orang yang pendidikannya rendah pasti akan mudah berkelahi atau melakukan kekerasan,” kata Rose. “Sebaliknya, orang yang memiliki wawasan lebih luas biasanya memiliki lebih banyak cara untuk mengekspresikan pendapat atau menyuarakan keberatannya. Jadi, tidak harus selalu melampiaskannya dengan memukul atau melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain,” ujarnya. Dengan kata lain, kasus pengemudi LCGC yang viral tidak dapat dijadikan dasar untuk memberi label kepada seluruh pemilik mobil di segmen tersebut. Perilaku di jalan lebih dipengaruhi oleh faktor individu, seperti kemampuan mengendalikan emosi, empati, dan nilai moral yang dimiliki, daripada harga atau jenis kendaraan yang digunakan.