Masuknya truk impor asal China sempat menekan pasar kendaraan komersial domestik. produk ini hadir dengan pilihan yang beragam serta harga yang relatif lebih terjangkau, sehingga cukup menarik minat konsumen. Namun, persoalan muncul karena sebagian unit yang beredar belum memenuhi regulasi yang berlaku di Indonesia. Beberapa truk bahkan masih menggunakan standar emisi Euro 2, sementara pemerintah kini telah menerapkan standar Euro 4. Ilustrasi truk asal China FAW Trucks Kondisi tersebut mendorong Kementerian Perindustrian menyiapkan langkah pengendalian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperketat penggunaan dokumen TPT (Tanda Pendaftaran Tipe) untuk kendaraan bermotor impor. Aturan ini sebenarnya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 34 Tahun 2019. Meski demikian, pemerintah menilai perlu ada evaluasi lanjutan agar implementasinya bisa lebih efektif di lapangan. “Kita akan mengusulkan ke Kementerian Perdagangan, (merumuskan) Permendag terkait tata perdagangan impor,” kata Andi Komara, Staf Direktorat IMATAP, Ditjen ILMATE Kemenperin, Kamis (9/4/2026). Sebelum kebijakan baru diterapkan, Andi menegaskan pentingnya kajian mendalam. Pasalnya, regulasi impor kendaraan niaga juga berpotensi berdampak pada industri lain yang terkait dalam rantai pasok. “Untuk membatasi truk impor ini, kita bisa dekati jadi dua. Kita terapkan satu lartas (larangan dan pembatasan) atau dengan pengenaan tarif,” kata Andi. Selain itu, Kemenperin juga mengusulkan adanya pengenaan pajak untuk truk impor. Skema ini dinilai relevan karena saat ini PPnBM tidak hanya mempertimbangkan harga kendaraan, tetapi juga aspek emisi dan konsumsi bahan bakar. Ilustrasi truk molen. “Karena PPnBM sekarang ini tidak serta-merta terkait kemahalan satu kendaraan, tetapi juga faktor emisi dan fuel consumption,” tegas dia. Sebelumnya, isu truk impor asal China juga sempat disoroti oleh pelaku industri, termasuk Mitsubishi Fuso. Sejumlah unit yang digunakan di sektor pertambangan disebut tidak memenuhi standar dan prosedur yang berlaku. “Sektor mining kendalanya tidak hanya soal permintaan, tetapi juga saingannya saya bilang mungkin tidak sehat. Tadi itu ada brand-brand yang datang tak sesuai prosedur,” kata Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors di Jakarta beberapa waktu lalu. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang