Truk impor China masih jadi tantangan berat bagi bisnis Hino di Indonesia. Bahkan pada 2025 jadi puncak tahun terburuk bagi produksi pabrik Hino karena serbuan truk asal Tiongkok tersebut. Direktur Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) Harianto Sariyan mengatakan, meski tahun lalu menjadi tahun terberat, namun pihaknya sangat menjaga ekosistem industri Hino yang sudah dibangun saat ini. Maka dari dirinya menegaskan komitmennya untuk mempertahankan karyawan dan memastikan kondisi bisnis aman tanpa adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). "Alhamudillah kita tidak ada PHK meski bisnisnya sedang tidak baik, kita tetap bertahan. Yang pertama kita lakukan adalah penghematan pasti. Jadi, semua anggaran kita hemat. Tahun lalu, kita hidupnya sebutnya struggle. Jadi, kita hemat semuanya. Kita sampaikan ke karyawan kondisi yang terjadi," katanya di pabrik Hino, Rabu (21/1/2026). Lantaran aktivitas produksi di pabrik Hino tidak terlalu sibuk karena penurunan pemesanan, kondisi itu dimanfaatkan untuk melakukan perawatan di pabrik. Misalnya perawatan mesin dan peralatan lainnya yang ada di pabrik, sehingga saat ada pesanan dengan jumlah yang banyak pabrik sudah siap. Pada kesempatan yang sama, Supply Chain, Marketing & Communication Division Head PT HMSI, Wibowo Santoso, turut melengkapi, dari sisi sales Hino juga turut melakukan strategi untuk bertahan dari gempuran truk impor China. Pelatihan pengemudi di Hino Total Support Customer Center (HTSCC). "Strateginya kita perkuat dukungan after sales untuk pelanggan. Bagaimana caranya mereka beli produk itu bisa efisien. Misalnya ada mobil pelanggan sedang diperbaiki, maka kita upayakan cepat selesai," katanya. Kemudian, suku cadang dibuat mudah dan cepat diperoleh agar mobil bisa cepat bergerak. Layanan ini dikerahkan lantaran kendaraan niaga beda dari mobil penumpang. "Umumnya mobil penumpang dibeli, lalu dipakai sampai kantor, kemudian pulang. Sedangkan kendaraan niaga selalu bergerak hampir setiap saat," katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang