Jelang berakhirnya tahun 2025, impor truk China masih polemik bagi para pelaku bisnis kendaraan niaga di Tanah Air yang belum berkesudahan. Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors selaku pemegang merek Mitsubishi Fuso, mengatakan, persaingan bisnis truk impor dari China ke Indonesia bisa dibilang tidak adil. Bahkan pihaknya juga kerap membahas permasalahan ini dengan kompetitor kendaraan niaga lainnya seperti Daimler, Hino atau Isuzu. "Brand China ini menjadi salah satu ancaman yang mungkin kami anggap tidak adil. Kami berkali-kali bicara terhadap media, kalau kompetisi itu harus kita terima sebagai pemain atau bisnis selama kompetisi itu adil. Tapi kalau tidak adil, kami tidak terima," kata Aji di pabrik Mitsubishi Fuso, Rabu (12/11/2025). Kunjungan ke pabrik Mitsubishi Fuso ungkap proses perakitan truk presisi dengan sistem modern dan tenaga kerja lokal terampil. Aji mengatakan, untuk permasalahan ini pihaknya selalu berkomunikasi dengan asosiasi Gaikindo. Pihaknya menyampaikan apa yang menjadi kendalan di lapangan, terutama terkait persaingan yang tidak adil ini. Terutama terkait regulasi yang diberikan bagi truk impor China. Sebagai informasi, sejak 2022 mesin diesel diwajibkan punya sertifikasi standar emisi Euro 4. Aturan tersebut tertuang pada regulasi menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No. S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020. Namun, truk impor China yang masuk ke Indonesia menggunakan mesin Euro 2 atau Euro 3. "Jadi kami berharap pemerintah bisa menerapkan regulasi ini ke semuanya. Ke semua brand (kendaraan niaga) yang ada di Indonesia, sehingga semuanya sama. Bersama asosiasi kita berharap bisa berkomunikasi dengan pemerintah," katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.