Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada sektor aftersales otomotif, termasuk harga suku cadang dan pelumas kendaraan di bengkel resmi. Kondisi ekonomi global serta kenaikan biaya logistik turut memberi tekanan pada biaya operasional produsen otomotif. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi harga spare part dan produk aftersales guna menjaga ketersediaan produk serta kualitas layanan kepada konsumen. “Terkait perkembangan kondisi ekonomi global dan fluktuasi biaya bahan baku maupun logistik, MMKSI secara berkala melakukan evaluasi terhadap harga suku cadang dan produk aftersales lainnya agar tetap dapat menjaga kualitas layanan dan ketersediaan produk bagi konsumen,” ujar Intan Vidiasari, General Manager Marketing Communication & PR Division MMKSI, kepada Kompas.com (22/5/2026). Harga Pelumas Mitsubishi Naik Bulan Depan Di tengah tekanan kurs rupiah, MMKSI memastikan akan melakukan penyesuaian harga untuk produk pelumas resmi Mitsubishi Motors mulai Juni 2026. Kenaikan ini disebut mengikuti kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global yang saat ini masih bergejolak. Diler Mitsubishi selama PPKM Darurat “Untuk produk lubricants, saat ini memang terdapat rencana penyesuaian harga yang direncanakan berlaku mulai Juni mendatang, mengikuti kondisi pasar dan ekonomi global,” ucap Intan. Kenaikan harga pelumas menjadi salah satu dampak yang mulai dirasakan konsumen di sector perawatan kendaraan. Sebab, produk lubricants merupakan komponen penting dalam servis berkala di bengkel resmi. Meski belum dijelaskan besaran kenaikannya, langkah tersebut menunjukkan bahwa pelemahan rupiah mulai memberi pengaruh nyata terhadap biaya perawatan kendaraan Mitsubishi di Indonesia. Ilustrasi seorang mekanik mengganti oli mobil. Harga Spare Part Sudah Naik Sementara untuk suku cadang, MMKSI mengungkapkan bahwa penyesuaian harga sebenarnya sudah dilakukan lebih dulu pada Mei 2026. Karena itu, dalam waktu dekat belum ada rencana kenaikan harga tambahan untuk spare part Mitsubishi Motors. “Sementara itu, untuk harga suku cadang Mitsubishi Motors sendiri saat ini belum ada rencana penyesuaian harga kembali, mengingat sebelumnya telah dilakukan adjustment pada Mei lalu sesuai dengan kondisi ekonomi yang terjadi,” kata dia. Peresmian diler Mitsubishi, PT Lautan Berlian Utama di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (5/9/2019) Artinya, dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap harga spare part Mitsubishi sudah mulai terasa sejak beberapa bulan terakhir. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kestabilan pasokan suku cadang di jaringan bengkel resmi Mitsubishi Motors. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang