Kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen yang sedang berencana membeli mobil secara kredit. Pasalnya, perubahan suku bunga global berpotensi diteruskan ke sektor pembiayaan kendaraan bermotor melalui penyesuaian biaya dana dan bunga kredit. Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, sektor pembiayaan biasanya menjadi salah satu bagian yang lebih cepat merespons perubahan suku bunga. Ilustrasi kredit kendaraan bermotor, kredit mobil. “Pasar otomotif lagi bertumbuh ya, ada EV juga. Tapi ini salah satu hambatan paling besar sih sebenarnya,” ujar Bhima, kepada Kompas.com, Kamis (17/9/2026). “Karena kenaikan suku bunga ini akan direspons lebih cepat di sektor pembiayaan dengan melakukan adjustment atau penyesuaian suku bunga kredit kendaraan bermotor,” kata dia. Karena itu, bagi konsumen yang memang sudah memiliki rencana membeli mobil baru dan membutuhkan pembiayaan, Bhima menilai periode saat ini dapat menjadi momentum sebelum terjadi potensi kenaikan bunga kredit lebih lanjut. “Nah buat konsumen mobil baru, sekarang sebenarnya momentum yang paling tepat kalau mau beli kendaraan, sebelum suku bunganya akan lebih meningkat ya,” kata dia. Ilustrasi suku bunga. Jangan Hanya Kejar Bunga Rendah Meski demikian, konsumen tetap perlu memperhitungkan kemampuan membayar cicilan sebelum mengambil keputusan. Kenaikan bunga tidak hanya menjadi persoalan bagi perusahaan pembiayaan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, apabila kenaikan suku bunga The Fed kemudian diikuti kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI), perusahaan pembiayaan perlu mempertimbangkan penyesuaian bunga pembiayaan. Menurut dia, perusahaan pembiayaan harus melihat dampak penyesuaian tersebut terhadap kemampuan masyarakat dalam membayar cicilan. Komunitas Raize dan Veloz berangkat dari Nasmoco Bantul “Ya, kembali lagi kalau misalnya ada kenaikan, dan kita melakukan penyesuaian suku bunga yang sangat besar di kita, nanti akan terjadi adalah bagaimana dampak daya beli masyarakat untuk cicilan dan segalanya,” ujar Suwandi, kepada Kompas.com (17/9/2026). Artinya, konsumen yang sudah memiliki dana untuk uang muka dan memang membutuhkan kendaraan dalam waktu dekat dapat mempertimbangkan mengambil kredit sebelum terjadi penyesuaian bunga. Namun, membeli kendaraan hanya karena khawatir bunga akan naik juga perlu dihindari apabila cicilan nantinya justru membebani keuangan rumah tangga. Gedung bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed). The Fed Naik 25 Bps Sebagai informasi, dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September 2026, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps). Kebijakan tersebut membawa kisaran target suku bunga federal funds menjadi 3,75 persen hingga 4,00 persen. Kenaikan ini menjadi yang pertama dilakukan The Fed sejak 2023. Sementara itu, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan secara bertahap sepanjang tahun ini. Ilustrasi kredit mobil oleh Astra Credit Companies (ACC). Dari 4,75 persen pada Januari-Maret 2026. Lalu naik 50 bps menjadi 5,25 persen pada Mei 2026. Juni menjadi 5,50 persen, kemudian naik lagi jadi 5,75 persen, dan bertahan sampai sekarang. Bagi calon pembeli mobil, kenaikan tersebut tidak berarti bunga kredit kendaraan di Indonesia otomatis naik pada saat yang sama. Dampaknya masih bergantung pada respons BI, kondisi likuiditas perbankan, biaya pendanaan perusahaan pembiayaan, hingga strategi masing-masing perusahaan dalam menetapkan bunga kredit.