Berbeda dengan mobil yang punya spesifikasi penggerak 4x2 dan 4x4, pada truk jumlah penggeraknya lebih banyak 4x2, 6x2, 6x4, atau 8x4. Bagi yang awam, deretan angka tersebut mungkin terlihat rumit. Padahal, cara membacanya cukup sederhana. Kode tersebut digunakan pabrikan untuk menjelaskan jumlah sumbu (as) dan roda penggerak pada sebuah truk. Informasi ini penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan angkut, daya cengkeram di jalan, hingga medan yang dapat dilalui kendaraan. Di Indonesia, istilah yang lebih akrab di telinga masyarakat adalah truk engkel, truk tronton, atau truk double gardan. Sementara itu, pabrikan lebih sering menggunakan kode angka seperti 4x2 atau 6x4. Truk ODOL Meski berbeda penyebutan, keduanya sebenarnya mengacu pada karakteristik kendaraan yang sama. Cara Membaca Sebenarnya, kode tersebut cukup mudah dipahami. Dilansir dari cnhtcgroup, angka pertama menunjukkan jumlah posisi roda atau jumlah roda yang terpasang pada kendaraan. Sedangkan angka kedua menunjukkan jumlah roda yang menerima tenaga dari mesin atau roda penggerak (drive wheel). Agar lebih mudah dipahami, kode itu juga bisa dibaca berdasarkan jumlah sumbu atau as kendaraan. Sebagai contoh, kode 4x2 berarti truk memiliki empat posisi roda atau dua as. Dari dua as tersebut, hanya satu as belakang yang menjadi penggerak. Truk engkel boks Mitsubishi Fuso Colt Diesel seken dengan pelat nomor hitam milik Kudus Motor, Bogor Sementara 6x4 berarti truk memiliki enam posisi roda atau tiga as. Namun, dua as belakang sama-sama menerima tenaga dari mesin sehingga seluruh roda belakang menjadi roda penggerak. Semakin banyak roda penggerak, umumnya kemampuan truk melewati tanjakan, jalan berlumpur, atau membawa muatan berat juga semakin baik. Truk Engkel Truk engkel konfigurasi 4x2 merupakan yang paling umum ditemui di jalan raya Indonesia. Truk ini memiliki dua as, yaitu satu as depan sebagai kemudi dan satu as belakang sebagai penggerak. Di kalangan pelaku usaha angkutan, konfigurasi ini lebih dikenal sebagai truk engkel. Karena dimensinya lebih ringkas dan bobotnya relatif ringan, truk 4x2 banyak digunakan untuk distribusi barang antarkota maupun dalam kota. Kendaraan ini cocok mengangkut barang konsumsi, material bangunan, hingga paket logistik. New Fuso FJ2523 dengan jarak sumbu roda di atas 7 meter, salah satu model andalan KTB di segmen truk medium 6X2. 6x2 Berbeda dengan 4x2, konfigurasi 6x2 memiliki tiga as. Namun, hanya satu as belakang yang menjadi penggerak. As tambahan berfungsi membantu menopang beban sehingga kapasitas angkut menjadi lebih besar dibanding truk engkel. Pada beberapa model, terutama buatan Eropa, as paling belakang bahkan dapat diangkat saat kendaraan tidak membawa muatan. Fungsinya untuk mengurangi gesekan ban dengan jalan sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat dan umur ban lebih panjang. Karena itu, truk 6x2 banyak digunakan untuk angkutan logistik jarak jauh yang membutuhkan kapasitas besar, tetapi tetap mengutamakan efisiensi. Mitsubishi Fuso FJ2528 (6x4) Super Mixer 6x4 atau Double Gardan Istilah double gardan sangat populer di kalangan sopir truk. Sebutan ini mengacu pada konfigurasi 6x4. Truk jenis ini memiliki tiga as. Bedanya, dua as belakang sama-sama menerima tenaga dari mesin sehingga memiliki dua gardan penggerak. Keunggulan utama 6x4 adalah daya cengkeram yang lebih baik dibanding 6x2. Karena itu, truk ini lebih mampu membawa muatan berat dan melintasi jalan yang menanjak, berlumpur, atau belum beraspal. Tak heran jika konfigurasi 6x4 banyak dijumpai pada dump truck, kepala truk (tractor head), hingga truk yang beroperasi di sektor pertambangan, perkebunan, dan konstruksi. Tronton Konfigurasi 8x4 lebih dikenal masyarakat sebagai truk tronton. Truk ini memiliki empat as, terdiri dari dua as depan sebagai kemudi dan dua as belakang sebagai penggerak. Kendaraan truk tronton menerjang Pantura Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (23/5/20225). Jumlah sumbu yang lebih banyak membuat distribusi beban menjadi lebih merata. Alhasil, kapasitas angkutnya juga jauh lebih besar dibanding truk engkel maupun 6x2. Truk tronton umumnya digunakan untuk mengangkut peti kemas, besi, semen, alat berat, hingga berbagai kebutuhan logistik dalam jumlah besar. Ada Juga 4x4, 6x6, hingga 8x8 Selain konfigurasi yang umum dijumpai di jalan raya, ada pula truk dengan sistem penggerak semua roda atau all-wheel drive, seperti 4x4, 6x6, dan 8x8. Pada konfigurasi tersebut, seluruh as menerima tenaga dari mesin sehingga kendaraan memiliki traksi yang sangat baik. Karena kemampuannya itu, truk jenis ini umumnya digunakan sebagai kendaraan militer, mobil pemadam kebakaran, kendaraan eksplorasi, hingga truk yang beroperasi di medan ekstrem.