Penggunaan angka dan inisial pada suatu model kendaraan sering kali memunculkan interpretasi berbeda. Ada yang mengira sebagai penanda mesin, ada pula yang menganggap sebagai ukuran performa. Namun untuk BAIC, khususnya BJ-series, angka seperti 40, 60, atau 80 bukan suatu penjelas spesifikasi teknis melainkan hanya penanda seri. BAIC BJ40 Pro REEV CEO BAIC Indonesia, Johnnathan Salim, menjelaskan bahwa kode ini dipakai untuk membedakan secara mudah posisi model di dalam keluarga BJ. “Itu seri saja, bukan melambangkan cc atau tenaga. Semakin tinggi semakin mahal kasarnya,” kata Johnnathan di sela Guangzhou International Automobile Exhibition 2025, Jumat (20/11/2025). Sementara huruf BJ sendiri berasal dari sejarah panjang BAIC dalam merancang kendaraan off-road. Seri ini identik dengan desain klasik, sasis ladder-frame, dan karakter mobil petualang. “Contoh BJ80, tentu ini lebih premium, flagship-nya dari seri BJ,” ujar Johnnathan. PT JIO Distribusi Indonesia, distributor resmi kendaraan BAIC di Indonesia, meluncurkan secara resmi BJ30 Hybrid Electric Vehicle (HEV), Sport Utility Vehicle (SUV) bertenaga hibrida. Penanda seri ini tidak hanya berlaku pada BJ-series, tetapi juga digunakan pada lini lain seperti Arcfox dan Stelato, membuat struktur produk BAIC lebih mudah dipahami oleh konsumen. Dengan pola penamaan ini, maka semakin besar angkanya, semakin tinggi kelasnya. Dari BJ40 yang lebih ringkas, BJ60 yang berada di tengah, hingga BJ80 yang menjadi pilihan paling premium. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.