Datang sebagai pemain baru, Wuling Eksion bakal bersaing dengan sejumlah rival utama di segmen sport utility vehicle (SUV) 7-seater yang telah lebih dulu meluncur. Dari dua varian yang ditawarkan, kemungkinan Eksion PHEV menjadi model dengan rival paling menantang, yakni Tiggo 8 CSH hingga Mitsubishi Destinator. Lantas, bagaimana impresi berkendara singkatnya? Tes Singkat Secara teknis, Wuling Eksion PHEV mengusung mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated (NA). Meski belum ada data lengkap terkait mesin tersebut, rumor spesifikasinya serupa dengan yang digunakan pada Darion PHEV namun punya feel berkendara yang berbeda. Wuling Eksion PHEV Bila benar demikian, artinya mesin tersebut menghasilkan tenaga 105 Tk pada 5.800 rpm dan torsi 130 Nm pada 4.600–5.000 rpm. Performa ini dipadukan dengan teknologi Atkinson Cycle serta motor listrik bertenaga 195 Tk dan torsi 230 Nm. Meski pengujiannya hanya sebatas impresi awal dengan lokasi dan waktu yang sangat terbatas, tarikan di putaran bawah terasa cukup responsif. Tanpa perlu menekan pedal gas terlalu dalam, mobil sudah bisa melaju dengan santai. Sama seperti Darion, Wuling juga menyediakan beberapa mode berkendara, termasuk pengaturan distribusi tenaga pada Eksion PHEV. Pada sesi ini, mode yang digunakan adalah EV Max dengan pengaturan berkendara normal. Wuling Eksion PHEV Dari sisi handling, saat mencoba putar balik (u-turn) di area terbatas, Eksion dengan dimensi panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, serta wheelbase 2.810 mm masih bisa bermanuver dengan baik, asalkan posisi awal diperhitungkan dengan matang. Saat melakukan manuver zig-zag singkat pada kecepatan di bawah 20 km per jam, kemudi terasa presisi mengatur arah roda. Dalam pengujian ini, gejala body roll belum terasa, meski kemungkinan akan berbeda saat diuji pada kecepatan lebih tinggi. Posisi Berkendara Untuk tinggi badan 177 cm, posisi berkendara masih terasa nyaman tanpa kendala. Hal ini didukung fitur tilt and telescopic steering serta pengaturan jok elektrik. Wuling Eksion PHEV Meski mengusung layout dasbor minimalis, penempatan fitur yang mudah dijangkau memberikan kesan ergonomis. Termasuk posisi tuas transmisi yang berada di sisi kiri bawah kemudi. Masuk ke baris kedua, ruang kaki (leg room) dan ruang kepala (head room) terasa lega tanpa keluhan. Jok yang empuk juga menambah kenyamanan penumpang. Sementara itu, pada baris ketiga, untuk tinggi badan 177 cm terasa kurang nyaman, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Wuling Eksion PHEV Jika baris ketiga tidak digunakan, kapasitas bagasi tergolong lapang. Wuling mengklaim volume bagasi mencapai 1.788 liter saat jok baris kedua dan ketiga dilipat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang