Jetour T2 kembali menjadi sorotan di GJAW 2025 setelah PT Jetour Motor Indonesia memamerkan seluruh kemampuan off-road yang selama ini ditunggu penggemar SUV tangguh. Salah satu fitur yang langsung menarik perhatian adalah kemampuan water wading hingga 700 mm, keunggulan yang membuat T2 terasa relevan untuk kondisi jalan di Indonesia, terutama di wilayah yang kerap dilanda banjir musiman. Menurut Marketing Director PT Jetour Motor Indonesia, Moch. Ranggy Radiansyah, kemampuan tersebut bukan sekadar angka promosi, tetapi bagian dari desain teknis Jetour T2 yang memang disiapkan untuk medan ekstrem. “Clamshell bonnet water system ini membantu memastikan komponen vital tetap aman saat mobil harus melewati genangan tinggi. Jadi kemampuan 700 mm itu benar-benar fungsional, bukan hanya klaim,” ujarnya di Tangerang, Sabtu (22/11/2025). Keunggulan water wading ini berasal dari penyematan clamshell bonnet water system, sistem yang dirancang untuk memastikan air tidak mudah masuk ke ruang mesin ketika mobil harus melewati genangan cukup tinggi. Sistem ini membuat aliran air terhalang lebih baik, sehingga risiko water hammer atau gangguan pada komponen kelistrikan dapat diminimalkan. Jetour T2 hadir di GJAW 2025 dengan performa kuat, fitur lengkap, dan karakter SUV tangguh bergaya premium. Jetour T2 juga dibekali struktur bodi dengan komposisi 80 persen high-strength steel, yang membantu meningkatkan rigiditas ketika menghadapi tekanan dari air atau medan yang tidak rata. Ketangguhan struktural ini membuat mobil tetap stabil meski harus melewati jalur yang sebelumnya hanya bisa dilewati SUV off-road khusus. Tak hanya itu, kemampuan melewati banjir Jetour T2 turut didukung oleh konfigurasi mesin 2.0 liter turbo yang dipasang lebih tinggi dan dilengkapi sistem proteksi tambahan. Jetour mengeklaim penempatan komponen vital telah dirancang sedemikian rupa agar tetap aman saat mobil menerjang jalan tergenang. Pada bagian bawah, sistem transmisinya yang menggunakan 7DCT juga disiapkan untuk menahan tekanan saat mobil melaju di air, sementara sistem XWD mampu menyesuaikan distribusi torsi secara otomatis ketika roda mulai kehilangan traksi di permukaan licin. Kemampuan melewati air setinggi 700 mm ini menjadi nilai tambah untuk konsumen yang tinggal di daerah rawan banjir, atau mereka yang sering beraktivitas di area pedesaan maupun jalur semi-off-road. Jetour menegaskan bahwa T2 tidak hanya tampil agresif, tetapi juga memiliki kemampuan nyata yang dapat diandalkan dalam kondisi darurat. Dengan kombinasi desain, teknologi proteksi air, dan fitur off-road yang komprehensif, Jetour T2 hadir sebagai SUV baru yang menjawab kebutuhan pengguna Indonesia yang membutuhkan kendaraan serbaguna—baik untuk aktivitas harian di kota maupun kondisi jalan yang lebih berat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.