Mengembalikan interior mobil ke kondisi seperti baru bukan sekadar soal estetika, tetapi juga menjaga keaslian (OEM) kendaraan. Tren ini banyak ditemui pada mobil-mobil bekas yang sebelumnya sudah di-retrim menggunakan bahan kulit, lalu ingin dikembalikan lagi ke bahan fabric seperti bawaan pabrik. Pemilik bengkel spesialis interior Ferari Jok di Cibubur, Feri Gusrijal, menjelaskan bahwa proses ini tidak selalu mudah, terutama untuk komponen tertentu seperti door trim. Ilustrasi membersihkan interior mobil Menurutnya, struktur bawaan pabrik sering kali menjadi kendala saat ingin mengembalikan material ke kondisi awal. “Contohnya kayak Innova Reborn, Fortuner. Nah, itu dia sudah ada busa di dalamnya. Jadi ketika kita klotok, nah busa itu copot. Kalau kita balikin lagi nanti jadi bentuknya beda, karena busanya sudah ngelotok,” ujar Feri, kepada Kompas.com (2/4/2026). “Nah, paling yang bisa dikembalikan ulang itu yang sudah pasti biasanya bahan jok. Kalau bahan jok itu biasanya bisa dikembalikan ulang ke original. Tapi kalau door trim, ada beberapa mobil yang memang tidak bisa dibalikkan ke original bahannya,” kata dia. Modifikasi interior mewah Toyota Innova Reborn Altera dari Lombardi Jok mobil menjadi bagian yang paling memungkinkan untuk dikembalikan ke bahan fabric. Apalagi jika sebelumnya hanya dilakukan retrim kulit tanpa mengubah struktur dasar jok. Namun, tantangan muncul pada bagian door trim. Feri menjelaskan bahwa komponen ini biasanya memiliki lapisan busa yang menempel kuat dengan bahan pelapis. Saat dilepas, busa bisa ikut terangkat dan merusak struktur permukaan, sehingga sulit untuk mendapatkan hasil yang rata seperti semula. Door trim Toyota Raize “Kalau untuk diakalin mungkin beberapa mobil ada yang bisa atau kita carikan bahannya yang memang tersedia. Kalau bahan Innova Reborn kadang kita suka masih nemu bahan yang originalnya,” ucap Feri. “Door trim-nya si Innova Reborn itu kalau udah kita copot susah masangnya lagi. Karena ada busa yang nempel dan ditarik ikut dia,” ujar dia. Meski begitu, bukan berarti restorasi door trim tidak mungkin dilakukan. Prosesnya bisa dimulai dengan membersihkan sisa busa yang menempel, lalu memasang ulang material fabric. Hanya saja, hasilnya sangat bergantung pada kondisi awal dan teknik pengerjaan. Membersihkan jok mobil setelah libur lebaran. Jok berbahan fabric (kain) lebih mudah dibersihkan dibandingkan jok berbahan leather (kulit) “(Restorasi door trim) kemungkinan dibersihkan dulu busanya baru dipasang kembali. Bisa jadi sebenarnya bisa masih ya, tapi prosesnya akalin lah ya,” ucapnya. Salah satu faktor penting dalam mengembalikan interior ke kondisi original adalah ketersediaan bahan fabric itu sendiri. Jika pemilik mobil masih menyimpan bahan asli saat melakukan retrim, proses pengembalian akan jauh lebih mudah dan hasilnya lebih presisi. “Yang penting itu bahan fabriknya ada. Jadi orang biasanya milih tuh, ‘Oh, ya udah yang penting orinya ada. Mendingan gua ini,’ katanya enggak pakai repot-repot ngetrim lagi gitu. Tapi kecuali orang yang pengin OEM gitu, nah itu bisa dipasang kembali aman,” kata Feri. Feri Gusrijal, pemilik bengkel spesialis Ferari Jok di Cibubur. Jika bahan asli sudah tidak tersedia, bengkel biasanya akan mencarikan alternatif yang mendekati. Untuk beberapa model lawas seperti Starlet, mencari bahan yang identik bisa menjadi tantangan tersendiri. “Nah, kalau misalkan enggak disimpan gitu, fabric-nya biasanya kita carikan yang tersedia di pasaran. Kayak Starlet, fabric-nya kan susah untuk cari yang 100 persen sama, itu cari yang mirip,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang