Banyak tantangan yang dihadapi para pebalap Indonesia ketika harus berkompetisi di level balap kelas dunia. Tak hanya harus bekerja keras dan latihan lebih giat, mereka juga harus rela berjauh-jauhan dari keluarga, serta beradaptasi dengan berbagai budaya dan bahasa."Tentunya tantangannya sangat banyak. Karena kita harus beradaptasi, dari segi mental juga situasi di sana, yang berbeda dengan Indonesia. Dari cuaca, dingin ke panas, hujan, dan lain-lain. Termasuk juga ketika harus bergaul dengan orang asing dari berbagai negara," ujar rider binaan Yamaha Racing Indonesia, Aldi Satya Mahendra.Aldi sendiri merupakan salah satu pebalap Indonesia paling bertalenta. Aldi baru saja sukses meraih podium kedua World Supersport 2026 seri perdana, yang berlangsung di Sirkuit Phillip Island, Australia, beberapa waktu lalu. Aldi membalap untuk AS Racing Team dan mengendarai Yamaha YZF-R9. Aldi Satya Mahendra Foto: Dok. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)Pebalap berusia 19 tahun itu menjadi bukti keberhasilan pembinaan pebalap muda oleh Yamaha Indonesia. Aldi menjalani debut balap motornya pada 2015 di usia yang ke-9 tahun, di ajang Indonesian Racing Series.Aldi kemudian naik level dengan tampil di Asia Road Racing Championship (ARRC) untuk tim Yamaha Racing Indonesia pada 2019. Aldi lalu naik ke level Asia Production 250 (AP 250) tahun 2022 setelah absen sepanjang 2021 akibat pandemi COVID-19.Pada 2023, Aldi bertanding di ajang Yamaha bLU cRU European Championship, dan meraih peringkat kedua pada klasemen akhir, serta mencatatkan 5 kali menang. Aldi pun dipercaya tampil sebagai wildcard pada WorldSSP300 di seri Republik Ceko yang berlangsung di sirkuit Most, dan memenangkan balapan kedua.Video TikTok: https://www.tiktok.com/@detikoto/video/761249...Pebalap berjuluk El Dablek itu kemudian semakin meningkat kariernya dengan balapan di kelas WorldSSP300 pada 2024 dan 2025. Dan di musim 2026, Aldi dipercaya buat balapan di kelas World Supersport bersama AS Racing Team."Target tahun ini saya ingin finis di top 7. Sementara untuk target jangka panjang, insyaAllah kalau saya mampu, saya akan mengejar target balapan di kelas Moto2," tutur pebalap kelahiran Bantul, Yogyakarta, itu.