Kekhawatiran masyarakat akan penggunaan mobil listrik mulai teredam. Sebab infrastruktur pengecasan mobil listrik di Indonesia resmi naik level.PT Mega Energi Biru Indonesia (MEBI) meluncurkan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) ZORA, yang mampu mengecas mobil listrik dengan sangat cepat di Serpong, Tangerang.MEBI mengklaim ZORA hadir sebagai merek SPKLU pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Split Charging dan dapat melakukan distribusi daya hingga 400 kW dengan cerdas. [Gambas:Instagram]Angka 400 kW jelas bukan sekadar kosmetik spesifikasi. Dalam konteks teknis, daya sebesar itu memungkinkan proses pengisian berlangsung jauh lebih singkat dibandingkan fast charging 50 kW hingga 150 kW yang saat ini masih banyak digunakan.Sistem ini bahkan diklaim mampu menghadirkan tambahan jarak tempuh hingga satu kilometer per detik pengisian, tentu dengan catatan kendaraan yang digunakan sudah mendukung arsitektur tegangan tinggi.SPKLU ZORA ini menggunakan teknologi split charging, yakni sistem distribusi daya cerdas yang memungkinkan satu unit power cabinet membagi suplai listrik secara dinamis ke beberapa dispenser.Dengan pendekatan ini, alokasi daya dapat disesuaikan secara real time tergantung kebutuhan tiap kendaraan. Ketika satu mobil membutuhkan daya lebih besar, sistem dapat mengatur ulang distribusi tanpa mengorbankan efisiensi keseluruhan.SPKLU ini juga mengusung teknologi pendingin cairan atau liquid-cooled charging. Pada level 400 kW, manajemen temperatur menjadi aspek krusial. Arus tinggi berpotensi menghasilkan panas signifikan pada kabel dan konektor.[Gambas:Instagram]Dengan sistem pendingin cairan, suhu dapat dijaga lebih stabil sehingga performa pengisian tetap optimal, kabel lebih ringan, dan pengalaman pengguna menjadi lebih nyaman karena operasinya relatif senyap.Teknologi yang digunakan merupakan Huawei FusionCharge dari Huawei. Implementasi di Serpong ini disebut sebagai penerapan sistem pengisian berpendingin cairan pertama di Indonesia dan menjadi salah satu implementasi split charging di tingkat nasional.Secara global, proyek ini juga masuk dalam jajaran aplikasi strategis Huawei Digital Power untuk solusi pengisian ultra-cepat.Dari sisi kompatibilitas, SPKLU 400 kW ini mendukung rentang tegangan 200V hingga 1000V. Rentang tersebut penting karena tren kendaraan listrik global bergerak ke arsitektur 800V guna memungkinkan pengisian ultra-fast dengan efisiensi lebih tinggi.Artinya, infrastruktur ini sudah disiapkan untuk melayani generasi mobil listrik terbaru yang mulai masuk pasar Indonesia.ZORA juga terintegrasi dengan energi surya serta sistem penyimpanan energi. Integrasi ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan penuh pada jaringan listrik sekaligus membantu mengelola beban puncak.Pendekatan tersebut selaras dengan upaya transisi energi dan target penurunan emisi jangka panjang.Proyek ini juga mendapat dukungan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sinergi antara operator, penyedia teknologi, dan pengelola sistem kelistrikan dinilai menjadi fondasi penting agar ekosistem kendaraan listrik berkembang secara matang dan berkelanjutan.Dengan beroperasinya SPKLU 400 kW ini, standar infrastruktur pengisian daya di Indonesia praktis terdorong ke level baru.Ketika kendaraan dengan kemampuan charging tinggi semakin banyak beredar, kehadiran fasilitas ultra-fast seperti ini akan menjadi pembeda nyata. Bukan sekadar cepat, tetapi juga efisien, adaptif, dan siap menyambut generasi mobil listrik berikutnya.