— Meski teknologi sepeda motor kini sudah semakin maju, sejumlah pengguna masih setia memakai motor karburator. Namun, di balik kesederhanaannya, motor dengan sistem karburator dikenal lebih sering mengalami gejala brebet dibandingkan motor injeksi. Fenomena ini umum terjadi, terutama pada motor yang jarang diservis atau menggunakan bahan bakar dengan kualitas buruk. Menurut Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, sistem karburator dan injeksi memiliki cara kerja yang berbeda dalam mengatur suplai bahan bakar ke ruang bakar. “Pada motor karburator, campuran bensin dan udara masih diatur secara mekanis melalui jarum skep dan pilot jet. Jadi, kalau ada kotoran sedikit saja, aliran bensinnya bisa tersumbat dan bikin mesin brebet,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (5/11/2025). Sementara itu, sistem injeksi bekerja secara elektronik dengan sensor dan injektor yang lebih presisi. Ilustrasi merawat motor BeAT karbu. ECU (Electronic Control Unit) membaca berbagai data, seperti suhu udara dan posisi throttle, untuk menentukan jumlah bahan bakar yang disemprotkan. Karena itu, motor injeksi lebih stabil dan jarang mengalami brebet, kecuali jika sensor atau injektornya kotor. Wahyu menambahkan, motor karburator lebih sensitif terhadap perubahan kondisi lingkungan, seperti cuaca lembap atau suhu udara dingin. “Campuran udara dan bensin bisa berubah, apalagi kalau setelan anginnya tidak pas. Itulah kenapa motor karburator lebih rewel dan perlu disetel ulang secara berkala,” katanya. Masalah lain yang sering muncul pada motor karburator adalah penumpukan kerak di saluran bahan bakar akibat BBM kotor. Kondisi ini membuat suplai bensin tidak lancar dan pembakaran menjadi tidak sempurna. Akibatnya, tenaga motor menurun dan konsumsi BBM justru meningkat. Sedangkan pada motor injeksi, sistem filtrasi dan pengaturan bahan bakarnya lebih tertutup, sehingga risiko kontaminasi kotoran lebih kecil. Namun, Wahyu mengingatkan, bukan berarti motor injeksi bebas masalah. “Kalau jarang diservis, injektor bisa mampet juga. Jadi perawatan tetap penting,” katanya. Agar terhindar dari gejala brebet, Wahyu menyarankan pengguna motor karburator untuk rutin membersihkan karburator, mengganti filter udara secara berkala, dan menggunakan bahan bakar berkualitas sesuai rekomendasi pabrikan. “Prinsipnya, karburator itu butuh perawatan manual dan rutin. Kalau motor injeksi lebih praktis, tapi tetap harus dirawat agar performanya stabil,” kata Wahyu. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.